Kekeringan Mulai Meluas, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Siapkan 365 Ribu Liter Air Bersih

redaksi
4 Sep 2026 16:35
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Musim kemarau mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang pun memperkuat kesiapsiagaan untuk memastikan warga yang mengalami kesulitan air dapat segera memperoleh bantuan.

Hingga awal September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mencatat kekeringan telah terjadi di empat kecamatan.

Sebanyak 19 tangki atau sekitar 115 ribu liter air bersih telah didistribusikan melalui 13 titik kepada masyarakat terdampak.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan kondisi wilayah terus dipantau untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya air bersih, dapat segera ditangani.

“Kami ingin memastikan masyarakat yang membutuhkan air bersih dapat segera mendapatkan penanganan. Pemerintah Kota Semarang terus memantau kondisi di lapangan dan menyiapkan langkah-langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Agustina.

Pemkot Semarang juga masih memiliki cadangan air bersih dalam jumlah besar untuk menghadapi kemungkinan meningkatnya kebutuhan selama musim kemarau.

Dari total 480 ribu liter air bersih yang disiapkan melalui anggaran BPBD Kota Semarang tahun 2026, sebanyak 365 ribu liter masih tersedia.

Cadangan tersebut dapat digunakan apabila kebutuhan air bersih meningkat atau kekeringan meluas ke wilayah lainnya.

Warga Bisa Lapor Lewat Kelurahan dan 112

Masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dapat mengajukan permohonan bantuan melalui kelurahan setempat.

Untuk kondisi yang membutuhkan penanganan segera, warga juga dapat menghubungi layanan darurat 112.

Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi untuk mengetahui kondisi serta kebutuhan di lapangan. Hasil verifikasi menjadi dasar penentuan distribusi bantuan air bersih.

Penanganan juga mendapat dukungan dari Perumda Air Minum PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.

Perumda siap berkoordinasi dengan BPBD untuk mendukung pendistribusian air menggunakan armada tangki ke wilayah yang membutuhkan.

Distribusi akan mempertimbangkan tingkat kebutuhan, kondisi wilayah, ketersediaan armada, serta sumber air yang tersedia.

Kemarau Juga Pengaruhi Suplai Air

Persoalan kemarau di Semarang tidak hanya berdampak pada warga di wilayah yang mengalami kekeringan. Ketersediaan air baku untuk pelayanan Perumda Air Minum Tirta Moedal juga ikut terdampak.

Penurunan ketersediaan air baku terjadi di SPAM Kudu. Kondisi tersebut berdampak terhadap kapasitas produksi air, terutama di sebagian wilayah pelayanan Semarang Timur.

Perumda Air Minum Tirta Moedal terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sumber air baku sekaligus mengoptimalkan produksi dan distribusi.

“Pada musim kemarau saat ini terdapat penurunan ketersediaan air baku di SPAM Kudu yang berdampak terhadap kapasitas produksi dan distribusi air di sebagian wilayah pelayanan. Kami terus melakukan pemantauan dan optimalisasi pelayanan serta berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Semarang dan instansi terkait untuk membantu masyarakat yang membutuhkan air bersih,” demikian pernyataan Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang.

Bagi pelanggan yang mengalami gangguan aliran, laporan dapat disampaikan melalui Call Center 0800 1503 888, WhatsApp 0811 2680 060, atau kanal media sosial resmi Tirta Moedal.

Menghadapi kondisi kemarau, Agustina mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak.

Warga juga diminta menampung air secukupnya ketika aliran tersedia, terutama di wilayah yang mengalami penurunan suplai.

Pemantauan kekeringan dan kebutuhan air bersih akan terus dilakukan Pemkot Semarang agar distribusi bantuan dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.(**)