
AKSARAKINI.COM – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Semarang didorong tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial, tetapi juga menjadi penggerak kemandirian ekonomi keluarga.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Festival Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Kota Semarang yang berlangsung di Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), Kamis (27/8/2026).
Mengusung tema “PKK Berdaya Tangguh Mandiri Menuju Semarang Semakin Hebat”, kegiatan ini diikuti ratusan kader dari 16 kecamatan. Festival menjadi ruang bagi kader untuk bertukar pengalaman, meningkatkan kapasitas, sekaligus menampilkan berbagai inovasi pemberdayaan.
Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, mengatakan keluarga merupakan titik awal dari berbagai gerakan pemberdayaan. Karena itu, kader PKK diharapkan mampu melihat potensi yang ada di lingkungan masing-masing dan mengembangkannya menjadi kegiatan yang produktif.
“PKK itu bergerak dari keluarga, oleh keluarga dan untuk keluarga. Karena itu, kami ingin kader tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu mendorong keluarga agar semakin mandiri, produktif dan memiliki ketahanan ekonomi,” ujarnya.
Menurut Lies, banyak potensi sederhana di lingkungan rumah yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan. Mulai dari pemanfaatan lahan pekarangan, tanaman obat keluarga (TOGA), pengolahan pangan, pengelolaan sampah hingga usaha melalui Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K).
“Banyak hal sederhana yang sebenarnya bisa menjadi sumber ekonomi keluarga. Yang penting ada kemauan untuk memulai, kemudian kita dampingi agar bisa berkembang dan memiliki nilai tambah,” katanya.
Lies berharap Festival HKG PKK tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Keberadaan stan tematik diharapkan menjadi sarana bagi kader untuk melihat berbagai praktik baik yang dapat diterapkan di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, inovasi dari satu wilayah dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya dengan menyesuaikan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat.
“Melalui kegiatan seperti ini, kader bisa melihat praktik-praktik baik dari kecamatan lain, kemudian dikembangkan sesuai dengan potensi wilayahnya. Jadi PKK benar-benar menjadi gerakan yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga dan masyarakat,” jelas Lies.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menilai kedekatan kader PKK dengan masyarakat merupakan modal penting dalam mendorong pemberdayaan.
Kader yang berada di tengah keluarga dan lingkungan, kata Agustina, memiliki kesempatan untuk mengetahui secara langsung potensi maupun persoalan yang dihadapi warga.
“Yang membuat mereka bergerak menjaga lingkungannya, menjaga warganya, menjaga seluruh komunitasnya hanya satu. Apa itu? Cinta mereka kepada bangsanya sendiri,” ujarnya didampingi Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin.
Agustina menegaskan bahwa penguatan ekonomi masyarakat tidak selalu membutuhkan program berskala besar. Menurutnya, keluarga dapat menjadi titik awal untuk membangun berbagai aktivitas produktif.
“Pemberdayaan itu dimulai dari rumah. Dari rumah kita bisa membangun kesehatan, pangan, lingkungan, budaya sampai ekonomi keluarga,” ungkapnya.
Salah satu yang dapat dikembangkan adalah UP2K. Usaha yang awalnya dilakukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dinilai memiliki peluang untuk berkembang menjadi UMKM apabila mendapat pendampingan yang tepat.
Agustina menyebut semakin banyak kader PKK yang mulai berkembang menjadi pelaku UMKM maupun entrepreneur.
“Sekarang semakin banyak kader PKK yang berkembang menjadi pelaku UMKM dan entrepreneur. Ini yang harus kita dorong,” katanya.
Menurut Agustina, pengembangan ekonomi keluarga harus dilakukan secara berkelanjutan agar usaha yang dimulai dari rumah tidak berhenti sebagai aktivitas sampingan.
Pendampingan, peningkatan kapasitas, promosi dan perluasan akses pasar menjadi bagian penting agar potensi ekonomi keluarga dapat berkembang lebih jauh.
Melalui gerakan PKK, Agustina berharap semakin banyak keluarga di Kota Semarang mampu mengembangkan potensi yang dimiliki sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru di lingkungan masing-masing.
Dengan demikian, PKK tidak hanya hadir sebagai organisasi pemberdayaan keluarga, tetapi juga menjadi salah satu penggerak kemandirian ekonomi masyarakat di Kota Semarang.(**)