Agustina Perpanjang Festival Kota Lama, Kafilah MTQ Bisa Nikmati Wisata Semarang

redaksi
5 Sep 2026 16:55
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM — Para kafilah MTQ Nasional XXXI yang berada di Kota Semarang mendapat kesempatan lebih panjang untuk menikmati suasana kawasan Kota Lama. Festival Kota Lama XV 2026 diperpanjang hingga mendekati penutupan MTQ Nasional yang berlangsung pada 11–20 September 2026.

Perpanjangan Festival Kota Lama tersebut berawal dari permintaan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Ia berharap para peserta dan tamu MTQ tidak hanya mengikuti rangkaian agenda utama, tetapi juga memiliki kesempatan mengenal sisi lain Kota Semarang melalui kawasan Kota Lama.

Agustina menyampaikan permintaan tersebut ketika membuka Festival Kota Lama XV 2026. Menurutnya, padatnya agenda MTQ membuat para kafilah memiliki waktu terbatas untuk menikmati destinasi wisata dan kegiatan budaya di Kota Semarang.

“Saya meminta Festival Kota Lama diperpanjang sampai para peserta MTQ selesai menjalankan seluruh rangkaiannya. Jadwal MTQ ini rapat sekali. Kapan mereka bisa jalan-jalan melihat Festival Kota Lama?” kata Agustina.

Panitia kemudian menindaklanjuti permintaan tersebut dengan memperpanjang rangkaian Festival Kota Lama. Sejumlah kegiatan tambahan tetap digelar hingga penutupan festival waktunya berdekatan dengan berakhirnya MTQ Nasional XXXI.

Kota Lama dan Tradisi Perjumpaan

Bagi Agustina, Kota Lama memiliki makna lebih dari sekadar kawasan bersejarah atau destinasi wisata. Sejak dahulu, kawasan tersebut menjadi ruang bertemunya masyarakat dengan latar belakang yang beragam.

Perubahan zaman membuat aktivitas di Kota Lama terus berkembang. Namun, menurut Agustina, semangat perjumpaan yang menjadi karakter kawasan tersebut harus tetap dipertahankan.

“Sejak dulu Kota Lama ini diciptakan memang untuk sebuah perjumpaan. Perubahan-perubahan yang terjadi hanya untuk menyesuaikan dengan kebutuhan zaman, tetapi keinginan, rasa, dan segala hal yang berhubungan dengan manusia di Kota Lama ini tidak berubah,” ujarnya.

Semangat itu pula yang coba dihadirkan melalui Festival Kota Lama. Beragam komunitas, seniman, pelaku usaha, wisatawan, dan masyarakat bertemu dalam berbagai agenda yang menggabungkan seni, budaya, kuliner, serta aktivitas komunitas.

Ketika Seni Tetap Berjalan

Dalam pembukaan festival, Agustina juga memberikan perhatian terhadap semangat para pelaku seni di Kota Semarang.

Ia mencontohkan kelompok Wayang Orang yang sebelumnya memiliki rencana tampil di Rotterdam. Kendati rencana tersebut tidak memperoleh izin, para seniman tetap memilih menjalankan pertunjukan sesuai jadwal.

“Tidak karu-karuan perasaan saya. Tetapi yang membahagiakan adalah mereka dengan semangat gegap gembira tetap bermain sesuai dengan schedule,” tutur Agustina.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap kebudayaan daerah.

“Itulah gambaran warga Kota Semarang yang gotong royong bersatu dan kemudian merasa bahwa ini adalah milik kita. Sense of belonging-nya sangat luar biasa,” katanya.

Semangat kebersamaan tersebut kemudian menjadi bagian dari tema Festival Kota Lama XV 2026, “Unity in Diversity”.

Tema itu dinilai menggambarkan kehidupan Kota Semarang yang sejak lama berkembang melalui pertemuan berbagai kelompok masyarakat, tradisi, dan kebudayaan.

Libatkan Anak Muda

Festival Kota Lama juga menjadi ruang untuk memperkenalkan tradisi kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan merangkai janur yang mengajak anak-anak belajar membuat ketupat dan hiasan pengantin.

Tak hanya belajar membuat bentuknya, anak-anak juga diperkenalkan pada makna yang terkandung dalam tradisi tersebut.

Agustina menilai pendekatan semacam itu penting agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memahami dan merasa memiliki kebudayaan di daerahnya.

“Anak-anak harus kita gandeng untuk bisa melihat dengan saksama, supaya ketika kita meninggalkan aktivitas dunia, Festival Kota Lama ini akan terus lestari dan ada,” ungkapnya.

Dengan diperpanjangnya Festival Kota Lama XV 2026, para kafilah MTQ Nasional XXXI diharapkan dapat memanfaatkan waktu luang untuk menikmati kawasan bersejarah Kota Semarang.

Selain menjadi ruang hiburan, Festival Kota Lama menjadi kesempatan bagi para tamu dari berbagai daerah untuk mengenal lebih dekat kekayaan seni, budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat Kota Semarang.(**)