Hadapi El Nino, UNDIP Bantu Petani Keerom dengan Sumur Bor untuk 10 Hektare Sawah

redaksi
14 Sep 2026 07:59
Daerah 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino menjadi tantangan bagi petani di Kawasan Transmigrasi Senggi, Kabupaten Keerom, Papua. Kondisi tersebut mendorong Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro (TEP UNDIP) menghadirkan solusi untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian warga.

Melalui kolaborasi Tim 7 dan Tim 12 TEP UNDIP, sarana sumur bor dibangun untuk mendukung kebutuhan irigasi sekitar 10 hektare sawah milik masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi sumber air alternatif bagi petani yang selama ini masih bergantung pada curah hujan.

Ketua Tim 7 TEP UNDIP, Fajrin Pramana Putra, S.P., M.Sc., mengatakan pembangunan sumur bor merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Menurutnya, ketersediaan sumber air alternatif menjadi penting untuk menjaga produktivitas pertanian, terutama ketika curah hujan tidak dapat diandalkan akibat kondisi iklim.

“Infrastruktur air alternatif ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk menjamin pasokan irigasi tetap stabil,” ujar Fajrin.

Sumur Bor Beri Harapan Baru bagi Petani Senggi

Pembangunan sumur bor tersebut mendapat sambutan positif dari komunitas petani di Senggi. Ketersediaan sumber air yang lebih pasti memberikan optimisme bagi warga untuk mempertahankan produktivitas lahan pertanian mereka.

Perwakilan kelompok tani Senggi, Suroso, menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan TEP UNDIP. Menurutnya, keberadaan sumber air untuk irigasi menjadi kebutuhan penting bagi petani, terutama dalam menghadapi ancaman kekeringan.

Dengan adanya sumur bor, lahan pertanian warga diharapkan tidak sepenuhnya bergantung pada kondisi curah hujan. Petani memiliki alternatif sumber air yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan budidaya tanaman.

Dukung Ketahanan Pangan dan SDGs

Program pembangunan sarana air oleh TEP UNDIP tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjawab persoalan kekeringan di tingkat lokal. Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di kawasan transmigrasi.

Ketersediaan air yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian. Karena itu, infrastruktur irigasi alternatif diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi petani di Senggi.

Program tersebut sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama yang berkaitan dengan penanganan perubahan iklim, akses terhadap air, serta penguatan ketahanan pangan.

Melalui pembangunan sumur bor ini, TEP UNDIP menunjukkan peran perguruan tinggi tidak hanya melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga melalui pendampingan serta solusi langsung terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di daerah.(**)