Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan. (dok Istimewa)AKSARAKINI.COM — Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, dijadwalkan menghadiri Global Water Summit 2026 yang berlangsung di Madrid, Spanyol, pada 18–20 Mei 2026. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari langkah PDAM Semarang dalam memperkuat transformasi layanan air minum, memperluas kerja sama internasional, serta mendorong inovasi pengelolaan air perkotaan yang berkelanjutan.
Global Water Summit dikenal sebagai forum strategis tingkat dunia di sektor air yang mempertemukan pimpinan utilitas air, investor infrastruktur, penyedia teknologi, lembaga pembangunan, hingga pembuat kebijakan dari berbagai negara. Forum yang akan digelar di Madrid Marriott Auditorium itu membahas berbagai isu penting, seperti ketahanan sumber daya air, dampak perubahan iklim, pembiayaan infrastruktur, digitalisasi, efisiensi operasional, hingga peningkatan akses layanan air minum.
Dalam agenda tersebut, Direktur Utama PDAM Semarang juga tergabung dalam forum 300 Water Leaders, yakni jejaring global pemimpin utilitas air yang dibentuk untuk mendukung keberhasilan 300 utilitas dalam memperluas akses air minum dan sanitasi bagi tambahan 300 juta penduduk pada 2030. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goal 6 melalui transformasi layanan, strategi pengembangan yang ambisius, serta pembelajaran antarpengelola utilitas air.
Keterlibatan PDAM Semarang dalam 300 Water Leaders menjadi bentuk pengakuan atas komitmen perusahaan dalam meningkatkan layanan air minum perkotaan. PDAM Semarang dinilai memiliki arah transformasi yang sejalan dengan visi program tersebut, mulai dari peningkatan akses layanan, penguatan kinerja utilitas, penyusunan strategi jangka panjang, hingga kesiapan berkolaborasi dan belajar bersama utilitas air lain di tingkat internasional.
Berdasarkan daftar anggota 300 Water Leaders, terdapat tiga utilitas air dari Indonesia yang tergabung dalam jejaring tersebut, yakni PDAM Surya Sembada, Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang, dan Perumda Tirta Kanjuruhan. Keikutsertaan PDAM Semarang sekaligus menjadi representasi Indonesia dalam forum pemimpin utilitas air dunia.
Partisipasi tersebut juga merupakan kelanjutan dari berbagai kerja sama internasional yang selama ini dibangun PDAM Semarang. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan aktif menjalankan program Water Operator Partnership melalui kolaborasi dengan VEI WaterWorX. Kerja sama itu difokuskan pada peningkatan kapasitas, penguatan kinerja utilitas, transfer pengetahuan, serta pengembangan layanan air minum yang lebih andal dan berkelanjutan.
Selain itu, PDAM Semarang turut terlibat dalam Urban Water Catalyst Initiative (UWCI), sebuah program yang mendukung penguatan utilitas air perkotaan agar lebih siap menghadapi kebutuhan investasi, peningkatan layanan, dan tantangan keberlanjutan jangka panjang. Melalui berbagai kolaborasi tersebut, PDAM Semarang terus memperkuat tata kelola, kapasitas kelembagaan, dan kesiapan perusahaan dalam meningkatkan pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Semarang.
Keikutsertaan dalam Global Water Summit 2026 dan 300 Water Leaders dinilai memiliki manfaat strategis bagi pengembangan PDAM Semarang. Forum tersebut membuka peluang untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan utilitas air dunia, memperluas jejaring dengan sesama pemimpin utilitas, menjajaki kerja sama teknis dan pembiayaan, serta membawa pembelajaran global yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan Kota Semarang.
Bagi PDAM Semarang, pengalaman tersebut diharapkan mendukung berbagai agenda prioritas perusahaan, seperti perluasan cakupan layanan, penurunan tingkat kehilangan air, penguatan ketahanan sumber air baku, digitalisasi operasional, peningkatan kualitas layanan pelanggan, hingga pengembangan skema pembiayaan yang lebih inovatif.
Ady Setiawan menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Global Water Summit dan 300 Water Leaders merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperkuat kolaborasi global.
“Tantangan air minum perkotaan saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan kolaborasi, inovasi, dan pembelajaran dari berbagai utilitas air dunia. Melalui forum ini, PDAM Semarang ingin memperkuat jejaring, memperoleh perspektif baru, serta membawa praktik-praktik terbaik yang relevan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran PDAM Semarang dalam forum internasional tersebut juga sejalan dengan arah pengembangan perusahaan dalam mendukung akses air minum yang lebih luas, pelayanan yang lebih andal, serta tata kelola perusahaan yang adaptif terhadap tantangan masa depan. PDAM Semarang terus berupaya membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.
Melalui keterlibatan dalam Global Water Summit 2026, 300 Water Leaders, serta kerja sama internasional seperti VEI WaterWorX dan UWCI, PDAM Semarang berharap dapat memperkuat posisinya sebagai utilitas air daerah yang aktif belajar, berkolaborasi, dan berinovasi dalam menjawab tantangan layanan air minum perkotaan.***