Edukasi Anti-Bullying, Mahasiswa USM Sosialisasikan Healthy Relationship di Sekolah Dasar

Alan Henry
22 Mei 2026 17:19
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang (USM) mengadakan kampanye sosialisasi bertema “Healthy Relationship di Lingkungan Sekolah” di SD Negeri Peterongan Semarang pada Jumat (22/05/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 60 siswa SD Negeri Peterongan 01 Semarang dengan tujuan meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya hubungan yang sehat, sikap saling menghargai, serta terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik.

Program kampanye ini merupakan implementasi dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas yang dibimbing oleh Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di ruang kelas, tetapi juga mengaplikasikan ilmu komunikasi secara langsung kepada masyarakat. Acara dibuka oleh Ketua Pelaksana kampanye, Diani Puji. Ia menjelaskan bahwa edukasi tersebut bertujuan menanamkan sikap saling menghormati, menghargai, dan membangun hubungan pertemanan yang positif di lingkungan sekolah.

Materi kampanye disampaikan oleh Debora Yusi Irapapti, S.Th., selaku Kepala Koordinasi Departemen Praise and Worship JKI Injil Kerajaan Kota Semarang, bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi, Latifa Marwa. Dalam pemaparannya, para narasumber mengedukasi siswa mengenai pentingnya komunikasi yang baik, menghindari tindakan perundungan (bullying), serta menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama sejak usia dini. Selain penyampaian materi, Debora juga mengajak siswa mengikuti permainan edukatif yang bertujuan menanamkan sikap saling menghargai dan menghormati antar teman di sekolah. Kegiatan interaktif tersebut membuat siswa tampak antusias dan lebih mudah memahami materi yang diberikan.

Kepala SD Negeri Peterongan Semarang, Suratna, S.Pd., S.E., mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa USM tersebut. Menurutnya, edukasi mengenai healthy relationship sangat penting diberikan kepada siswa sekolah dasar agar mereka memahami cara berinteraksi yang baik dengan teman maupun guru. “Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat bagi anak-anak karena memberikan pemahaman tentang sikap saling menghargai, menghormati, dan menjauhi perilaku perundungan di lingkungan sekolah,” katanya.

Hal serupa juga disampaikan Wali Kelas 5 SD Negeri Peterongan Semarang, Titin Munarsih, S.Pd. Ia menilai metode penyampaian yang interaktif membuat siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan. Titin berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan guna menanamkan nilai-nilai positif sejak dini kepada para siswa. “Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Edukasi seperti ini penting untuk membentuk karakter siswa agar lebih peduli, empati, dan mampu menjalin hubungan yang sehat dengan teman-temannya,” ujarnya.

Kegiatan kampanye tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi di lingkungan sekolah. Dengan adanya sosialisasi healthy relationship, siswa diharapkan mampu menerapkan nilai-nilai komunikasi positif dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan pergaulan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam membentuk generasi muda yang saling menghargai, peduli terhadap sesama, dan mampu membangun hubungan sosial yang sehat sejak dini.***