BP Berencana PHK 700 Pekerja Global, Fokus Efisiensi dan Bisnis Minyak-Gas

redaksi
31 Jul 2026 17:47
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Perusahaan energi asal Inggris, BP, berencana melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 700 pekerja non-frontline di berbagai negara. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menyederhanakan struktur organisasi, meningkatkan profitabilitas, serta memperkuat bisnis utama di sektor minyak dan gas.

Rencana pengurangan tenaga kerja itu disampaikan melalui surat elektronik internal perusahaan pada Kamis (30/7/2026).

Pemangkasan diperkirakan berdampak pada sekitar 8 persen dari total 8.500 posisi non-frontline yang selama ini berada di bawah unit produksi dan operasional BP.

Sementara itu, perusahaan memastikan posisi pekerja frontline, seperti operator, teknisi, dan petugas pemeliharaan, tidak akan mengalami perubahan signifikan.

“Jika posisi Anda terdampak, itu bisa berarti peran tersebut tidak lagi ada dalam organisasi baru, berubah secara material, atau dipindahkan ke bagian lain dalam organisasi,” demikian isi surat elektronik internal BP yang dikutip Reuters.

BP Sederhanakan Organisasi dan Tekan Utang

Rencana PHK tersebut merupakan bagian dari langkah BP untuk membangun struktur perusahaan yang lebih ramping dan efisien.

Perusahaan tengah berupaya menekan beban utang, meningkatkan kinerja keuangan, serta memperbesar nilai dan imbal hasil bagi pemegang saham.

Dalam beberapa waktu terakhir, BP juga kembali memperkuat fokus bisnis pada sektor minyak dan gas. Strategi tersebut dilakukan bersamaan dengan pengurangan investasi di bidang energi terbarukan.

Perubahan arah bisnis itu menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat kegiatan operasional utama dan meningkatkan profitabilitas di tengah dinamika industri energi global.

Struktur Bisnis BP Dirombak

Sejak Meg O’Neill menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada April 2026, BP telah melakukan sejumlah perubahan dalam struktur organisasinya.

Perusahaan merombak struktur bisnis dari sebelumnya tiga segmen menjadi dua segmen utama, yakni upstream dan downstream.

Segmen upstream mencakup kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas. Sementara itu, segmen downstream meliputi pengolahan, distribusi, pemasaran, dan penjualan produk energi.

Struktur organisasi baru tersebut mulai diterapkan pada awal Juli 2026.

Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, BP memiliki sekitar 93.700 pekerja yang tersebar di 61 negara hingga akhir 2025.

BP Benarkan Ada Usulan Pengurangan Posisi

Juru bicara BP membenarkan perusahaan sedang mengusulkan perubahan organisasi yang berpotensi mengurangi jumlah pekerja.

Namun, pihak perusahaan belum mengonfirmasi secara resmi jumlah 700 posisi yang disebut akan terdampak.

“Kami sedang membangun BP yang lebih sederhana, lebih kuat, dan lebih bernilai. Sebagai bagian dari proses ini, kami mengusulkan perubahan yang akan mengakibatkan pengurangan sejumlah posisi,” ujar juru bicara BP kepada Reuters.

Rencana pemangkasan tenaga kerja tersebut sebelumnya dilaporkan oleh media industri energi Upstream Online.

BP belum menyampaikan rincian terkait negara atau wilayah yang akan terdampak, jadwal pelaksanaan, maupun mekanisme penyesuaian bagi pekerja yang posisinya mengalami perubahan.

Langkah efisiensi ini menjadi bagian dari transformasi bisnis BP untuk memperkuat sektor minyak dan gas serta meningkatkan kinerja perusahaan di tengah perubahan arah industri energi global.(**)