Delegasi IVCA 2026 Terpukau Keramahan Warga dan Wisata Sepeda di Prambanan

Alan Henry
21 Mei 2026 17:08
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Duta Besar Belanda Marc Gerritsen mengaku terkesan saat mengikuti kegiatan bersepeda menyusuri kawasan pedesaan di sekitar Candi Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Mengendarai sepeda onthel klasik merek Gazelle, Marc menikmati suasana desa sekaligus keramahan masyarakat yang menyambut para peserta dengan lambaian tangan dan ucapan penyemangat.

“Kami bersepeda mengelilingi desa, banyak warga melambaikan tangan dan mengucapkan ‘semangat’. Itu pengalaman yang sangat menyenangkan,” ujarnya di sela kegiatan The 44th Annual Event International Veteran Cycle Association (IVCA) 2026 di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Kamis, 21 Mei 2026.

Marc mengatakan akan menceritakan pengalaman tersebut kepada masyarakat di Belanda. Ia juga menyarankan pemerintah daerah agar memperbanyak jalur sepeda di kawasan Prambanan supaya wisatawan memiliki lebih banyak pilihan rute bersepeda.

Menurutnya, hal itu dapat menjadi daya tarik wisata baru yang potensial dan membuka peluang pengembangan sektor pariwisata.

Kesan positif juga disampaikan Duta Besar Jerman H.E. Ralf Beste yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Ia menyebut pengalaman bersepeda di kawasan Prambanan sangat luar biasa dan menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan acara itu.

Ralf menilai budaya bersepeda di sekitar Candi Prambanan memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata unggulan.

“Saya melihat budaya bersepeda yang kuat di sini dan juga potensi wisata yang besar. Kawasan ini sangat indah dengan keberadaan candi-candi yang ada. Banyak wisatawan Eropa akan tertarik datang dan bersepeda di tempat ini,” katanya.

Ia juga mendorong masyarakat mulai membangun kota yang ramah bagi pesepeda. Menurutnya, penggunaan sepeda onthel lebih ekonomis dibandingkan sepeda motor.

Menanggapi antusiasme para tamu internasional tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan bersepeda di Klaten.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Klaten tengah mengembangkan konsep sport tourism dengan memadukan olahraga dan sektor pariwisata.

“Olahraga sepeda menjadi salah satu sarana promosi wisata Jawa Tengah,” kata Sumarno yang mengikuti kegiatan dengan sepeda klasik Fongers keluaran tahun 1940-an.

Ia berharap kehadiran peserta mancanegara dalam IVCA 2026 dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar Prambanan melalui aktivitas belanja, konsumsi, dan kebutuhan lainnya.

“Hal itu menjadi bagian dari perputaran ekonomi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” ujarnya.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menyatakan bangga karena Klaten dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan internasional tersebut. Apalagi, acara itu diikuti peserta dari 40 negara dan dihadiri duta besar Belanda serta Jerman.

“Tentu ini menjadi penyemangat bagi kami untuk menjadi tuan rumah yang baik,” katanya.

Hamenang juga sepakat bahwa kegiatan tersebut memberi manfaat besar bagi daerah, terutama dalam mempromosikan Kabupaten Klaten dan Jawa Tengah ke tingkat internasional.

Selain itu, ia menilai kegiatan bersepeda kembali relevan di tengah kenaikan harga BBM dunia akibat situasi global. Bersepeda dapat menjadi salah satu alternatif transportasi yang lebih hemat.

“Ke depan kita bisa kembali menghidupkan budaya bersepeda. Untuk jarak dekat sekitar 1 sampai 5 kilometer, seperti antar desa, menghadiri rapat RT/RW, atau berbelanja, masyarakat bisa menggunakan sepeda,” jelasnya.

Pengurus IVCA Jateng, Sukarno Pandu menjelaskan, kegiatan tahun ini diikuti sekitar 100 peserta dari 40 negara. Mereka akan bersepeda menggunakan sepeda klasik menyusuri desa-desa di kawasan Prambanan.

Kehadiran rombongan peserta IVCA 2026 menarik perhatian warga sekitar yang antusias menyambut dan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di desa-desa yang dikunjungi.

Saat singgah di Desa Kemudo, peserta menikmati pertunjukan gamelan, sajian kuliner, tarian, hingga permainan tradisional. Bahkan duta besar, sekda, dan bupati turut mencoba membatik dengan membuat motif pada selembar kain.

Rangkaian IVCA 2026 dijadwalkan berlanjut pada Minggu, 24 Mei 2026. Para peserta nantinya akan bergabung dengan sekitar 15 ribu masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Tengah untuk bersepeda menyusuri desa-desa di sekitar Prambanan dengan rute kurang lebih 26 kilometer.***