Pemkot Semarang Luncurkan Aplikasi Sigap Hidran, Mudahkan Warga Cari Hidran Terdekat

redaksi
16 Jul 2026 17:29
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang kembali berinovasi. Kali ini, Pemkot meluncurkan aplikasi Sigap Hidran guna mempercepat penanganan kebakaran. Aplikasi ini akan memudahkan petugas maupun masyarakat dalam menemukan lokasi hidran terdekat.

Inovasi digital ini diharapkan memangkas waktu pencarian sumber air yang selama ini menjadi salah satu kendala utama saat proses pemadaman.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang, Handi Priyanto, mengatakan kehadiran aplikasi Sigap Hidran merupakan langkah strategis untuk meningkatkan respons darurat, terutama saat memasuki musim kemarau yang identik dengan meningkatnya risiko kebakaran.

“Selama ini lokasi hidran masih banyak diketahui secara manual. Sekarang seluruh titik hidran sudah dipetakan dalam sistem informasi sehingga saat terjadi kebakaran, petugas maupun masyarakat bisa langsung mengetahui lokasi hidran terdekat,” ujar Handi saat ditemui di Rumah Dinas Wali Kota Semarang, Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, kecepatan memperoleh sumber air sangat menentukan keberhasilan pemadaman. Sebab, satu mobil pemadam kebakaran hanya mampu menyuplai air selama sekitar 15 menit sebelum harus melakukan pengisian ulang.

“Semakin cepat menemukan sumber air, semakin cepat pula api bisa dikendalikan. Tentu harapan kita kebakaran tidak terjadi, tetapi kesiapsiagaan harus tetap ditingkatkan,” katanya.

Memasuki musim kemarau, Handi juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama di lahan kosong maupun area yang dipenuhi rumput kering.

Selain itu, masyarakat diminta ikut menjaga keberadaan hidran agar tetap mudah diakses ketika dibutuhkan petugas.

“Kami berharap masyarakat ikut mengawasi titik hidran. Jangan sampai ada bangunan, kendaraan, atau pedagang yang menutup aksesnya. Saat keadaan darurat, hambatan sekecil apa pun bisa memperlambat proses pemadaman,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Sih Rianung, mengatakan aplikasi Sigap Hidran lahir dari kebutuhan nyata di lapangan. Tidak jarang petugas harus menghabiskan waktu mencari sumber air saat kebakaran terjadi.

“Hambatan yang sering kami hadapi adalah mencari sumber air terdekat. Dengan aplikasi ini, petugas bisa langsung mengetahui lokasi hidran maupun sumber air lain sehingga proses pemadaman menjadi lebih cepat,” ujarnya.

Saat ini, aplikasi tersebut telah memuat data 295 titik hidran yang tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang. Namun, baru 135 hidran yang dinyatakan aktif dan siap digunakan.

Rianung mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan agar seluruh hidran dapat berfungsi optimal.

“Dari total 295 hidran, yang aktif saat ini sebanyak 135 titik. Sisanya terus kami data dan koordinasikan bersama berbagai pihak agar bisa segera difungsikan,” katanya.

Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang menunjukkan ancaman kebakaran masih cukup tinggi. Sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026, petugas telah menangani 148 kasus kebakaran di berbagai wilayah Kota Semarang.

Karena itu, Damkar terus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan sekaligus memperbarui data hidran sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat.

“Kota Semarang memiliki wilayah yang cukup luas sehingga penanganan kebakaran tidak bisa dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, termasuk masyarakat, agar penanganan kebakaran semakin cepat dan efektif,” pungkas Rianung.(**)