Gubernur Ahmad Luthfi Tawarkan Proyek Investasi Strategis di CJIBF 2026

Alan Henry
11 Mei 2026 20:13
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menawarkan berbagai peluang investasi strategis kepada investor dalam ajang Central Java Business Investment Forum (CJIBF) 2026. Sejumlah proyek unggulan yang dipromosikan mencakup sektor energi terbarukan (renewable energy), pertanian, hilirisasi pangan, pariwisata, hingga pertambangan. CJIBF 2026 resmi dibuka di Ballroom Hotel PO Semarang pada Senin (11/05/2026).

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu, serta Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman.

Forum investasi tahunan ini juga diikuti investor dari berbagai negara, duta besar, asosiasi pengusaha, hingga perwakilan pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.

Ahmad Luthfi mengatakan, CJIBF menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pemerintah, pengelola kawasan industri, hingga kawasan ekonomi khusus melalui agenda business matching.

“CJIBF sudah sepuluh kali diselenggarakan bersama Bank Indonesia Jawa Tengah. Forum ini menjadi sarana mempertemukan investor, pemerintah, dan mitra bisnis untuk memperkuat kerja sama investasi,” ujar Luthfi usai acara.

Menurutnya, investasi memiliki peran penting dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Pada triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 92 ribu orang. Sementara sepanjang 2025, capaian investasi di provinsi tersebut mencapai Rp110 triliun.

Tingginya realisasi investasi turut mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2026 sebesar 5,89 persen atau lebih tinggi dibanding rata-rata nasional yang berada di angka 5,61 persen.

“Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, dibutuhkan forum investasi seperti CJIBF agar kolaborasi antara pemerintah dan investor semakin kuat,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap iklim investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan 12 kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus baru. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota.

“Kami menyiapkan 12 kawasan industri dan ekonomi khusus baru. Kami berharap ada dukungan dan arahan dari pemerintah pusat agar pengembangannya lebih cepat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI Todotua Pasaribu menilai Jawa Tengah menjadi salah satu daerah strategis bagi pertumbuhan investasi nasional. Menurutnya, capaian investasi Jawa Tengah pada 2025 hingga triwulan I 2026 termasuk yang tertinggi di Indonesia.

“Sekitar 30 persen pertumbuhan ekonomi berasal dari realisasi investasi. Karena itu, CJIBF yang digagas Pemprov Jawa Tengah bersama Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga tren positif investasi,” ujar Todotua.

Ia menambahkan, CJIBF tidak hanya mendorong peningkatan investasi, tetapi juga menciptakan ekosistem bisnis yang mendukung pertumbuhan UMKM dan industri besar secara berkelanjutan.

Todotua turut mengapresiasi langkah Jawa Tengah yang menyiapkan 12 kawasan industri baru. Menurutnya, pengembangan kawasan industri penting untuk mempercepat perizinan dan mendukung penguatan infrastruktur logistik.

“Keberadaan kawasan industri akan mempermudah proses perizinan sekaligus mempercepat pengembangan industri di Jawa Tengah,” ungkapnya.

Adapun rangkaian kegiatan CJIBF 2026 meliputi talkshow bertema Empowering Green and Sustainable Growth: Unlocking Investment Opportunities in Central Java’s Leading Sectors, project showcasing, one on one meeting, hingga kunjungan langsung ke lokasi proyek investasi unggulan.***