
AKSARAKINI.COM – Keriput, garis halus, kulit kendur, hingga munculnya bercak hitam merupakan bagian dari proses penuaan yang secara alami akan dialami setiap orang.
Meski demikian, munculnya tanda-tanda penuaan pada kulit tidak hanya dipengaruhi usia dan faktor genetik. Gaya hidup serta kebiasaan sehari-hari juga dapat berperan terhadap kondisi dan kesehatan kulit.
Sebagai organ tubuh yang terus berhadapan dengan lingkungan luar, kulit setiap hari terpapar berbagai faktor, mulai dari sinar ultraviolet (UV), polusi, pola makan, kurang tidur, stres hingga kebiasaan merokok.
Menurut Dr. Ritika Shanmugam, Pendiri sekaligus Kepala Dermatolog dan Direktur Skin Hair Aesthetics, tanda penuaan dapat terlihat melalui munculnya garis halus dan kerutan, kulit yang semakin kering dan kendur, bercak penuaan, pigmentasi yang tidak merata, hingga wajah yang terlihat lebih cekung.
“Seiring bertambahnya usia, muncul garis-garis halus dan kerutan, kulit menjadi kendur dan kering, timbul bercak penuaan (age spots) serta masalah pigmentasi, kulit tampak kusam, wajah terlihat cekung, serta munculnya garis senyum (nasolabial folds) yang tegas, kulit kendur di area rahang (jowls), dan cekungan di bawah mata,” jelasnya.
Perubahan akibat proses penuaan juga dapat terlihat pada rambut, seperti menipisnya rambut di area dahi dan pelipis hingga munculnya uban.
Lantas, kebiasaan apa saja yang perlu diperhatikan karena dapat ikut memengaruhi kesehatan dan proses penuaan kulit?
Dikutip dari Times of India, Kamis (20/8/2026), berikut tujuh kebiasaan yang sebaiknya mulai dikurangi atau dihindari.
Stres merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, stres yang berlangsung dalam waktu lama dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan kulit.
Stres kronis berkaitan dengan peningkatan hormon kortisol dan proses stres oksidatif. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap kerusakan komponen penting kulit, termasuk kolagen yang berperan dalam menjaga kekuatan dan elastisitas.
Karena itu, pengelolaan stres penting untuk mendukung kesehatan secara keseluruhan. Berolahraga, tidur cukup, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta berbicara dengan orang yang dipercaya dapat menjadi beberapa cara untuk membantu mengelola stres.
Merokok tidak hanya berdampak pada paru-paru dan sistem kardiovaskular, tetapi juga dapat memengaruhi kondisi kulit.
Paparan zat kimia dari rokok dapat mengganggu aliran darah ke kulit dan berkaitan dengan kerusakan kolagen serta elastin. Akibatnya, struktur dan elastisitas kulit dapat ikut terpengaruh.
Sementara itu, konsumsi alkohol secara berlebihan dapat berkontribusi terhadap dehidrasi dan mengganggu kondisi tubuh secara keseluruhan.
Menghindari rokok dan membatasi konsumsi alkohol merupakan langkah yang baik bukan hanya untuk menjaga kulit, tetapi juga kesehatan tubuh secara umum.
Paparan sinar UV menjadi salah satu faktor lingkungan yang berperan besar terhadap penuaan kulit atau photoaging.
Paparan UV yang berulang dapat memicu proses oksidatif dan kerusakan pada struktur kulit. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya kerutan, garis halus, perubahan warna kulit, serta tekstur yang tidak merata.
Karena itu, penggunaan tabir surya menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi kulit dari paparan UV.
Gunakan tabir surya berspektrum luas sesuai petunjuk pada kemasan. Perlindungan tambahan seperti menggunakan topi, pakaian yang menutupi kulit, serta mengurangi paparan matahari langsung juga dapat membantu.
Kondisi kulit juga berkaitan dengan pola makan sehari-hari.
Pola makan yang terlalu banyak mengandung gula dan makanan dengan indeks glikemik tinggi dapat memengaruhi berbagai proses dalam tubuh yang berkaitan dengan struktur kulit.
Sebaliknya, pola makan yang beragam dan seimbang dapat membantu memenuhi kebutuhan vitamin, mineral, serat, serta senyawa antioksidan.
Buah dan sayuran dengan beragam warna dapat menjadi pilihan untuk melengkapi menu sehari-hari. Selain baik bagi kulit, pola makan seimbang juga penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kulit yang sehat membutuhkan hidrasi yang cukup. Ketika tubuh kekurangan cairan, kulit dapat menjadi lebih kering dan terasa kurang nyaman.
Seiring bertambahnya usia, kulit juga cenderung mengalami perubahan, termasuk berkurangnya produksi minyak alami sehingga lebih mudah kering.
Namun, kebutuhan cairan setiap orang tidak sama. Aktivitas fisik, cuaca, usia, pola makan, dan kondisi tubuh dapat memengaruhinya.
Karena itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi setiap hari dan kenali tanda-tanda dehidrasi.
Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat. Saat tidur, tubuh melakukan berbagai proses pemulihan yang penting bagi kesehatan.
Kurang tidur secara terus-menerus dapat memengaruhi kondisi tubuh dan berpotensi mengganggu proses pemulihan kulit. Akibatnya, kulit dapat terlihat lebih kusam dan wajah tampak lelah.
Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7–9 jam tidur setiap malam. Selain durasi, kualitas tidur juga penting untuk diperhatikan.
Kebiasaan terlalu banyak duduk dan jarang melakukan aktivitas fisik juga tidak ideal bagi kesehatan secara keseluruhan.
Olahraga teratur dapat membantu menjaga sirkulasi darah, kebugaran, kesehatan metabolisme, sekaligus membantu mengelola stres. Semua faktor tersebut turut mendukung kondisi tubuh, termasuk kesehatan kulit.
Tidak harus melakukan olahraga berat. Jalan kaki, bersepeda, berenang, atau aktivitas fisik lain yang sesuai kemampuan dapat menjadi pilihan.
Yang terpenting adalah melakukannya secara rutin dan konsisten.
Penuaan kulit merupakan proses alami yang tidak dapat dihentikan sepenuhnya. Namun, gaya hidup sehat dapat membantu menjaga kondisi kulit dan kesehatan tubuh seiring bertambahnya usia.
Melindungi kulit dari sinar matahari, tidak merokok, mengelola stres, mengonsumsi makanan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan, tidur cukup, dan rutin beraktivitas fisik merupakan beberapa kebiasaan yang dapat diterapkan sejak sekarang.
Dengan memperbaiki kebiasaan sehari-hari, bukan berarti keriput akan sepenuhnya hilang, tetapi kesehatan dan penampilan kulit dapat lebih terjaga dalam jangka panjang. (**)