Jateng Punya Potensi Besar Kembangkan Olahraga Dayung, Rawa Pening Jadi Andalan

redaksi
2 Sep 2026 09:02
4 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Jawa Tengah dinilai memiliki potensi besar untuk mengembangkan olahraga dayung. Selain memiliki sejumlah perairan yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana latihan dan pertandingan, provinsi ini juga memiliki banyak bibit atlet yang berpotensi dikembangkan.

Upaya pengembangan tersebut menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Jawa Tengah.

Hal itu mengemuka dalam audiensi Pengurus Provinsi (Pengprov) PODSI Jawa Tengah dengan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Kota Semarang, Rabu (2/9/2026).

Ketua Pengprov PODSI Jawa Tengah Maryadi Utama mengatakan, potensi olahraga dayung di Jawa Tengah cukup besar. Sarana pendukung olahraga tersebut tersedia di berbagai wilayah, mulai dari bendungan, rawa, hingga sungai dan banjir kanal.

“Potensi olahraga dayung kita sangat luar biasa. Dari segi sarana kita punya banyak bendungan, rawa, hingga banjir kanal atau sungai. Daerah juga tidak kekurangan atlet,” kata Maryadi.

Meski memiliki potensi sarana dan atlet, prestasi olahraga dayung Jawa Tengah dinilai masih perlu ditingkatkan.

Dalam beberapa tahun terakhir, atlet dayung Jawa Tengah belum banyak mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Salah satu prestasi terakhir ditorehkan atlet asal Blora, Rifki Bagus Winoyo, yang berhasil meraih medali perunggu pada PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Karena itu, PODSI Jateng mendorong penguatan pembinaan atlet secara berkelanjutan. Dukungan peralatan, peningkatan kualitas latihan, serta penyelenggaraan kompetisi dinilai penting untuk mencetak atlet berprestasi.

Maryadi mengatakan, sejumlah agenda olahraga dayung juga tengah disiapkan, termasuk Popda Jawa Tengah, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah, serta Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Dayung.

“Kami juga laporkan tentang kesiapan Popda Jateng, kemudian rencana untuk Porprov Jateng, serta rencana Kejurprov Dayung untuk memperebutkan Piala Gubernur,” ujarnya.

Rawa Pening Jadi Lokasi Porprov

Salah satu perhatian PODSI Jateng saat ini adalah persiapan pelaksanaan cabang olahraga dayung pada Porprov Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026.

Rawa Pening, Kabupaten Semarang, dipilih sebagai salah satu lokasi pertandingan cabang olahraga tersebut.

Namun, kondisi perairan di Rawa Pening masih menjadi perhatian. Saat ini PODSI berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk mendukung pembersihan eceng gondok di kawasan yang akan digunakan untuk pertandingan.

Maryadi menilai pemanfaatan Rawa Pening untuk kegiatan olahraga tidak hanya berdampak terhadap pembinaan atlet. Kawasan tersebut juga memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan secara bersamaan.

“Rawa Pening itu potensi wisatanya sangat besar. Jadi selain untuk olahraga, juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar melalui pariwisatanya,” katanya.

Menurut dia, kedatangan atlet, ofisial, maupun penonton selama penyelenggaraan pertandingan dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Aktivitas tersebut diharapkan mendorong pergerakan usaha masyarakat, mulai dari sektor kuliner hingga perdagangan dan jasa.

Pemprov Jateng Siap Berikan Dukungan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan dukungannya terhadap upaya PODSI dalam meningkatkan pembinaan dan prestasi olahraga dayung di Jawa Tengah.

Menurutnya, pengembangan olahraga membutuhkan koordinasi antara berbagai pihak agar program pembinaan dapat berjalan secara terarah.

“Kami akan dukung, koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah dan KONI,” ujar Ahmad Luthfi.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, dan KONI Jawa Tengah dalam membangun sistem pembinaan atlet.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah Aria Chandra Destianto mengatakan, PODSI selama ini telah konsisten melakukan pembinaan olahraga dayung.

Menurutnya, pembinaan tersebut perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, terutama karena sebagian besar lokasi yang digunakan untuk olahraga dayung berada di wilayah perairan yang pengelolaannya melibatkan berbagai instansi.

“Koordinasi tersebut tidak hanya pembinaan atlet dan kejuaraan. Kami juga berupaya berkoordinasi dan kolaborasi dengan BBWS dan pihak terkait, karena tempatnya seperti sungai dan rawa itu wewenangnya ada di BBWS dan kabupaten. Ini harus dilakukan bersama-sama,” katanya.

Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan sarana latihan dan pertandingan dapat digunakan secara optimal, termasuk dalam aspek kebersihan dan kesiapan lokasi.

Dengan dukungan pemerintah dan koordinasi lintas lembaga, olahraga dayung Jawa Tengah diharapkan kembali menunjukkan prestasi di tingkat nasional. Potensi sumber daya air yang tersebar di berbagai daerah juga dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk pembinaan olahraga, tetapi sekaligus mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.(**)