Honor Rp100 Ribu, Guru PAUD di Kabupaten Semarang Tetap Bertahan Mengajar Selama 20 Tahun

redaksi
16 Sep 2026 12:06
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Dua dekade menjadi guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dijalani Afrida Mutoharoh dengan segala keterbatasan. Guru PAUD asal Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, itu mengaku selama sekitar 20 tahun menerima honor sekitar Rp100 ribu.

Jumlah tersebut membuat Afrida harus mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia pernah berjualan kerupuk secara serabutan, bekerja sebagai karyawan paruh waktu, hingga memberikan les pada malam hari.

Meski harus menjalani berbagai pekerjaan di luar aktivitas mengajar, Afrida tetap bertahan di dunia pendidikan anak usia dini.

Kisah tersebut mencerminkan perjuangan sebagian guru PAUD yang terus menjalankan tugas mendampingi anak-anak meski persoalan kesejahteraan dan pengakuan profesi masih menjadi perhatian.

Cerita Afrida mengemuka dalam peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI Kabupaten Semarang di Gedung Pemuda Ambarawa, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan tersebut diikuti 859 guru PAUD yang berasal dari 19 kecamatan.

Guru PAUD Minta Pengakuan dan Kesetaraan

Ketua HIMPAUDI Kabupaten Semarang Ulfa Maria mengatakan, peringatan HUT ke-21 menjadi momentum untuk kembali menyampaikan aspirasi para pendidik PAUD.

Menurutnya, perjuangan tersebut mencakup pengakuan profesi, kesetaraan hak, serta penghargaan terhadap pengabdian guru PAUD.

“Tema ini menjadi pengingat bahwa guru PAUD telah memberikan pengabdian yang panjang untuk anak-anak. Karena itu, perjuangan untuk mendapatkan pengakuan dan kesetaraan harus terus dinyalakan,” ujar Ulfa.

Ia menegaskan, persoalan guru PAUD tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan. Pengakuan terhadap profesi mereka juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan anak sejak usia dini.

Melalui tema “Nyalakan Asa”, HIMPAUDI Kabupaten Semarang berharap aspirasi para guru dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang memberikan pengakuan dan penghargaan yang layak.

Pemkab dan DPRD Beri Dukungan

Peringatan tersebut turut dihadiri Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Wakil Bupati Semarang Hj Nur Arifah, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Bagus Suryokusumo, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito, serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Semarang Umar Sujadi.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menyatakan akan menampung aspirasi yang disampaikan para pendidik PAUD dan mendukung perjuangan mereka.

Dukungan juga disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Semarang Pujo Pramujito. Ia mengatakan DPRD siap mendukung perjuangan kesetaraan guru PAUD, termasuk membantu memfasilitasi penyampaian aspirasi ke tingkat nasional.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembahasan lebih lanjut mengenai posisi dan hak guru PAUD.

Pengabdian Tetap Berjalan

Di tengah persoalan yang masih diperjuangkan, para guru PAUD tetap menunjukkan semangat melalui berbagai kegiatan dalam peringatan HUT HIMPAUDI.

Acara tersebut diisi pemutaran video perjuangan guru PAUD, flashmob “Ayo Dolan”, serta tari “Wonderland Indonesia”.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan guru PAUD tidak hanya berbicara mengenai persoalan kesejahteraan, tetapi juga tentang pengabdian mereka dalam mendampingi generasi anak-anak.

Bagi Afrida dan para guru PAUD lainnya, perjalanan panjang mengajar menjadi bagian dari pengabdian yang terus dijalankan. Honor yang terbatas dan pekerjaan tambahan yang harus dilakukan tidak serta-merta membuat mereka meninggalkan ruang kelas dan anak-anak yang mereka dampingi.(**)