
AKSARAKINI.COM – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 menjadi momentum bagi Kota Semarang untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah kepada ribuan kafilah dan tamu yang datang dari berbagai penjuru Indonesia.
Tak hanya menyiapkan rangkaian utama MTQ, Pemerintah Kota Semarang juga menghadirkan berbagai side event yang melibatkan pelaku UMKM, seniman, komunitas hingga pengelola destinasi wisata dan budaya.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, berbagai agenda pendukung tersebut sengaja disiapkan agar kedatangan para kafilah memberikan pengalaman lebih luas tentang Kota Semarang.
“Kami ingin para kafilah dan tamu yang datang ke Semarang membawa pulang pengalaman tentang kota ini. Mereka bisa mengenal karya pelaku UMKM, menikmati seni dan budaya, berkunjung ke destinasi wisata, sekaligus melihat bagaimana Kota Semarang merawat tradisinya,” ujar Agustina, Senin (7/9).
Salah satu pusat kegiatan berada di Plaza Simpang Lima Semarang. Pada 12–18 September 2026, pukul 09.00–21.00 WIB, kawasan tersebut akan menjadi lokasi berbagai pameran dan kegiatan ekonomi kreatif.
Agenda yang disiapkan antara lain Halal Food Festival, peragaan busana muslim, Pameran IKM Disperin Kota Semarang serta Pameran Dekranas Kota Semarang. Sebanyak 45 UMKM kuliner hasil kurasi akan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Bagi pelaku UMKM, momentum ini menjadi kesempatan untuk memperluas pengenalan produk. Tidak hanya kepada warga Semarang, tetapi juga kepada kafilah dan tamu dari berbagai daerah yang berpotensi menjadi pasar baru.
“MTQ ini mempertemukan banyak orang dari berbagai daerah dengan Kota Semarang. Kami ingin pertemuan itu juga mempertemukan mereka dengan produk-produk lokal kita,” kata Agustina.
Menurutnya, pengalaman para tamu selama berada di Semarang diharapkan tidak berhenti pada kegiatan MTQ. Produk kuliner, karya kreatif dan berbagai potensi lokal juga diharapkan menjadi bagian dari kesan yang dibawa pulang.

Penguatan ekosistem kuliner juga dilakukan melalui program Zona KHAS atau Kuliner Halal, Aman dan Sehat. Kota Semarang saat ini telah memiliki sembilan lokasi Zona KHAS, sedangkan kawasan kuliner Simpang Lima sedang dalam proses pembentukan Zona KHAS untuk mendukung pelaksanaan MTQ Nasional XXXI.
Program tersebut mencakup perlindungan konsumen, peningkatan higiene dan sanitasi, percepatan sertifikasi halal UMKM serta pengembangan gaya hidup sehat dan destinasi wisata ramah muslim.
Di bidang seni dan budaya, para tamu juga akan disuguhi Pameran Kaligrafi Internasional yang menampilkan 75 karya seniman dari 50 negara dan 125 karya seniman dari 16 provinsi di Indonesia.
Festival Rebana Nasional serta berbagai ajang kreasi anak-anak turut disiapkan untuk memperkaya rangkaian kegiatan selama MTQ Nasional XXXI.
Sementara bagi para kafilah yang ingin mengenal sejarah dan destinasi Kota Semarang, pemerintah menyiapkan agenda City Tour pada 15–19 September 2026. Sejumlah destinasi yang akan dikunjungi meliputi Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Museum Kota Lama hingga Alun-Alun Kauman.
Semarang juga akan menampilkan kekayaan tradisinya melalui Mini Dugderan, Kirab Dugder dan Festival Kota Lama. Berbagai agenda tersebut diharapkan menjadi ruang interaksi antara tamu MTQ dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan identitas budaya Kota Semarang.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak hanya menjadi perhelatan keagamaan berskala nasional, tetapi juga memberikan dampak positif bagi UMKM, ekonomi kreatif, seni, budaya dan sektor pariwisata Kota Semarang.
Masyarakat dan para tamu dapat mengikuti berbagai agenda sesuai minat. Informasi lengkap mengenai jadwal, lokasi dan rangkaian side event MTQ Nasional XXXI tersedia melalui laman resmi mtqnasionalxxxi.semarangkota.go.id.(**)