Kemnaker Kembali Buka Magang Nasional Batch II, Targetkan 150 Ribu Peserta pada 2026

redaksi
15 Jul 2026 15:56
Berita 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Magang Nasional (MagangHub) Batch II mulai 15 hingga 28 Juli 2026. Program ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk meningkatkan kompetensi lulusan baru sekaligus memperluas kesempatan memasuki dunia kerja.

Pada tahun ini, pemerintah menargetkan sebanyak 150 ribu peserta mengikuti Program Magang Nasional. Jumlah tersebut meningkat sekitar 50 persen dibandingkan tahun lalu dan akan dibagi ke dalam tiga gelombang pelaksanaan.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan setiap gelombang akan menampung sekitar 50 ribu peserta. Menurutnya, program ini diharapkan menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan daya saing di pasar tenaga kerja.

Selain mendapatkan pengalaman praktik di dunia industri, peserta magang juga memperoleh uang saku yang besarannya mengacu pada Upah Minimum Provinsi (UMP) atau Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) sesuai lokasi penempatan.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebut besaran uang saku berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan, tergantung standar upah minimum di masing-masing daerah. Untuk peserta yang ditempatkan di Jakarta, besaran uang saku mengacu pada UMP DKI Jakarta.

Seluruh pembiayaan Program Magang Nasional 2026 masih ditanggung pemerintah sehingga peserta tidak dipungut biaya selama mengikuti program.

Tahapan MagangHub Batch II

Pendaftaran peserta: 15–28 Juli 2026

Seleksi oleh penyelenggara: 29 Juli–5 Agustus 2026

Pengumuman peserta lolos: 7 Agustus 2026

Mulai magang: 10 Agustus 2026

Program MagangHub terbuka bagi lulusan baru yang ingin memperoleh pengalaman kerja di perusahaan, instansi pemerintah, maupun lembaga negara yang menjadi mitra Kemnaker.

Pemerintah berharap melalui program ini semakin banyak lulusan muda yang memiliki keterampilan, pengalaman kerja, dan kesiapan memasuki dunia industri sehingga dapat menekan angka pengangguran di kalangan pencari kerja baru.(**)