Atasi Persoalan Sampah, Semarang Gandeng TNI AD Kembangkan Teknologi Pirolisis

redaksi
7 Agu 2026 09:05
3 menit membaca


AKSARAKINI.COM – Pemerintah Kota Semarang mengambil langkah baru dalam menghadapi persoalan sampah dengan menggandeng TNI Angkatan Darat (TNI AD). Kota Semarang disiapkan menjadi salah satu daerah percontohan nasional dalam pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Rencana tersebut merupakan bagian dari kerja sama Pemkot Semarang dengan TNI AD melalui pemanfaatan teknologi pirolisis. Kesepakatan kerja sama ditandai dengan penandatanganan bersama Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Mabesad, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Agustina mengatakan persoalan sampah membutuhkan terobosan yang lebih konkret. Menurutnya, penanganan sampah tidak cukup hanya mengandalkan pola pengumpulan dan pembuangan, tetapi perlu didukung teknologi yang mampu mengurangi volume sampah sekaligus memberikan nilai tambah.

“Persoalan sampah sudah sangat mendesak. Kita tidak bisa terus menggunakan cara lama. Teknologi harus dipakai untuk mengurangi sampah sekaligus mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai,” ujar Agustina.

Dalam kerja sama tersebut, Semarang menjadi salah satu wilayah yang direncanakan masuk dalam pilot project pengolahan sampah menggunakan teknologi pirolisis.

Selain Semarang, rencana penerapan teknologi serupa juga mencakup Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kabupaten Bogor.

Bagi Pemkot Semarang, status sebagai daerah percontohan bukan sekadar kebanggaan. Agustina menekankan program tersebut harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas.

“Kalau Kota Semarang dipercaya menjadi bagian dari pilot project nasional, maka ukurannya adalah berapa banyak sampah yang bisa dikurangi, seberapa aman teknologinya, dan sebesar apa manfaatnya bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Agustina, teknologi pengolahan sampah harus benar-benar mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat, bukan sekadar menghadirkan mesin atau teknologi baru.

Meski menyiapkan teknologi pengolahan sampah menjadi BBM, Pemkot Semarang tetap menekankan pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Program Semarang Bersih dan gerakan Semarang Wegah Nyampah tetap menjadi bagian dari strategi Pemkot Semarang dalam mengurangi timbulan sampah.

Teknologi pirolisis nantinya lebih diarahkan untuk menangani residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pemilahan dan pengolahan konvensional.

“Teknologi bukan berarti masyarakat boleh berhenti memilah sampah. Semakin maju teknologinya, semakin penting sampah dipilah dari sumbernya,” jelas Agustina.

Ia menilai pengelolaan sampah harus dilakukan sebagai sebuah sistem. Mulai dari edukasi masyarakat, pengurangan sampah, pemilahan, pengangkutan hingga pengolahan residu harus saling terhubung.

Pemkot Semarang juga memastikan aspek lingkungan dan keselamatan menjadi perhatian dalam pengembangan teknologi pirolisis tersebut.

Selain manfaat terhadap pengurangan sampah, pemerintah akan melihat aspek regulasi, keamanan operasional dan keberlanjutan ekonomi sebelum teknologi diterapkan secara lebih luas.

“Kita tidak sedang mencari teknologi yang sekadar canggih. Kita mencari teknologi yang benar-benar menyelesaikan masalah. Kalau sampah berkurang, lingkungan lebih baik, dan hasil pengolahannya bisa memberi nilai tambah, itu baru namanya solusi,” tegasnya.

Kolaborasi Pemkot Semarang dan TNI AD diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi. Jika berjalan sesuai rencana, program tersebut tidak hanya membantu mengurangi beban sampah di Semarang, tetapi juga dapat menjadi contoh bagi daerah lain.(**)