Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva. (dok Alan Henry)AKSARAKINI.COM – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Semarang berencana melakukan revitalisasi sejumlah pasar tradisional di Kota Semarang. Beberapa pasar yang masuk dalam program pembenahan di antaranya Pasar Banget Ayu, Pasar Rejomulyo, dan Pasar Rejomulyo Baru.
Kepala Disdag Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva atau Moy, mengatakan pasar tradisional harus tetap hidup karena menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Menurutnya, aspek kebersihan dan kenyamanan pasar perlu diperhatikan agar aktivitas jual beli berjalan lancar dan pengunjung tetap datang.
Moy menjelaskan, sejumlah pasar tradisional saat ini masih terlihat kumuh dan semrawut meski aktivitas perdagangan tetap ramai. Salah satu pasar yang akan ditata adalah Pasar Banget Ayu.
“Anggaran kita siapkan tahun 2027, tapi kita akan libatkan pedagang mau mereka seperti apa. Nah desain pasar yang mereka mau seperti apa, nanti kita akan aplikasikan,” katanya.
Ia menilai, revitalisasi pasar harus melibatkan pedagang agar hasil pembangunan sesuai kebutuhan di lapangan. Menurutnya, pasar yang dibangun tanpa mengakomodasi kebutuhan pedagang berpotensi menjadi sepi.
“Dulu katanya pedagang minta ada sekat, dan kolam, serta penyimpanan ikan. Nah di Rejomulyo nggak ada,” tuturnya.
Sesuai hasil komunikasi dengan pedagang, Pasar Banget Ayu nantinya akan dibangun dua lantai. Lantai pertama digunakan untuk aktivitas berdagang, sedangkan lantai kedua difungsikan sebagai area parkir.
Moy menyebut pihaknya bersama pedagang telah melakukan empat kali pertemuan untuk membahas konsep revitalisasi pasar tersebut.
“Kunci utama dalam meramaikan pasar tradisional adalah komunikasi yang baik dengan pedagang,” ujarnya.
Selain Pasar Banget Ayu, Disdag Kota Semarang juga berencana melakukan pembenahan di Pasar Penggaron dan Pasar Rejomulyo. ***