
AKSARAKINI.COM – Pemerintah Kota Semarang terus mendorong pemanfaatan fasilitas dryport di Stasiun Tawang sebagai solusi untuk mempercepat proses ekspor-impor dan menekan biaya logistik. Namun, hingga kini fasilitas yang telah beroperasi sejak awal 2026 itu masih belum dimanfaatkan secara maksimal oleh kalangan pelaku usaha.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Handi Priyanto mengatakan dryport merupakan fasilitas logistik yang memungkinkan proses administrasi ekspor dan impor diselesaikan lebih awal sebelum barang dikirim ke pelabuhan.
Menurutnya, layanan tersebut menjadi terobosan pemerintah pusat untuk memperlancar distribusi barang sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas di Pelabuhan Tanjung Emas.
“Begitu barang masuk ke Stasiun Tawang, seluruh proses administrasi ekspor-impor dapat diselesaikan di sana. Saat tiba di pelabuhan, kontainer tidak lagi menjalani proses pemeriksaan sehingga bisa langsung dimuat ke kapal,” kata Handi, Rabu (8/7/2026).
Ia menjelaskan konsep dryport telah diterapkan di sejumlah daerah, termasuk Cikarang, Jawa Barat, dan terbukti mampu meningkatkan efisiensi rantai logistik.
Karena itu, keberadaan fasilitas serupa di Kota Semarang dinilai menjadi peluang besar bagi industri manufaktur maupun pelaku ekspor di Jawa Tengah untuk memangkas waktu distribusi sekaligus meningkatkan daya saing produk.
Meski demikian, Handi mengakui tingkat pemanfaatan dryport di Stasiun Tawang masih rendah. Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang akan meningkatkan sosialisasi agar semakin banyak pelaku usaha memahami manfaat layanan tersebut.
“Kami ingin dunia usaha mengetahui bahwa fasilitas ini telah tersedia dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran kegiatan ekspor maupun impor,” ujarnya.
Selain memperkenalkan layanan dryport, Pemkot juga terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan pelayanan serta peningkatan kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban administrasi, seperti penyampaian Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan pemenuhan kewajiban perpajakan.
Di sisi lain, pemerintah daerah masih memfokuskan perhatian pada penanganan sampah industri. Bersama Dinas Lingkungan Hidup, berbagai skema terus disiapkan agar aktivitas industri dapat berjalan selaras dengan upaya menjaga kualitas lingkungan.
Handi berharap kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat memperkuat posisi Kota Semarang sebagai pusat logistik dan industri di Jawa Tengah.
“Dengan dukungan infrastruktur logistik yang semakin lengkap, kami optimistis daya saing investasi dan industri di Kota Semarang akan terus meningkat,” pungkasnya. (**)