Pasar Murah Disperindag Jateng Digelar, Harga Sembako Lebih Terjangkau untuk Warga

redaksi
21 Agu 2026 15:10
4 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali melakukan intervensi untuk menjaga harga kebutuhan pokok sekaligus membantu daya beli masyarakat. Salah satunya melalui Pasar Murah Semarak Merah Putih yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah.

Pasar murah bertema “Jaga Harga, Jaga Indonesia” tersebut berlangsung di halaman Kantor Disperindag Jawa Tengah, Jumat (21/8/2026), dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan ini tidak hanya menyediakan bahan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Pemerintah juga menjadikannya sebagai salah satu langkah untuk menjaga ketersediaan barang dan mengendalikan harga di tingkat konsumen.

Kepala Disperindag Jawa Tengah, July Emmylia, mengatakan stabilitas harga kebutuhan pokok memiliki dampak langsung terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Ketika sembako itu harganya terjaga, maka stabilitas akan terus terjaga. Stabilitas terjaga, maka pembangunan bisa lancar dan pertumbuhan ekonomi juga terus terjaga,” kata Emmy.

Menurut Emmy, perubahan harga yang terlihat kecil tetap dapat memberikan dampak bagi masyarakat, terutama kelompok dengan kemampuan ekonomi terbatas.

Ia mencontohkan kenaikan harga sebesar Rp1.000 pada satu komoditas. Jika masyarakat harus membeli beberapa jenis kebutuhan sekaligus, tambahan pengeluaran tersebut dapat menjadi beban tersendiri.

“Coba bayangkan, ketika harga sembako naik Rp1.000 saja, pasti sudah terasa. Maka yang harus kita jaga itu bukan hanya harganya, tetapi juga kualitas, ketersediaan dan keterjangkauannya,” ujarnya.

Karena itu, pasar murah menjadi salah satu instrumen yang digunakan pemerintah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.

Dalam pelaksanaannya, Disperindag Jateng menggandeng berbagai pihak, mulai dari Bulog, distributor, BUMD, pelaku usaha hingga UKM binaan.

Berbagai kebutuhan masyarakat tersedia dalam kegiatan tersebut. Tidak hanya beras dan kebutuhan pokok lainnya, masyarakat juga dapat membeli ikan, sayuran, minuman, makanan ringan serta sejumlah produk pangan alternatif.

Beberapa produk yang ditawarkan bahkan menggunakan bahan pangan lokal, seperti beras berbahan singkong dan tepung singkong.

Kegiatan tersebut juga melibatkan Baznas yang menyediakan layanan gunting rambut gratis bagi masyarakat.

Kolaborasi lintas pihak tersebut dinilai penting untuk memastikan intervensi harga tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga melibatkan pelaku usaha dan distributor.

“Kepada seluruh pelaku usaha dan distributor yang telah hadir dan berpartisipasi, saya sampaikan terima kasih. Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha inilah yang menjadi kunci keberhasilan pengendalian harga di lapangan,” kata Emmy.

Pasar Murah Semarak Merah Putih juga menjadi bagian dari upaya Pemprov Jawa Tengah menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Disperindag Jateng memastikan kegiatan serupa akan terus diupayakan, terutama menjelang momentum yang biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan pasar murah semacam ini akan terus kami upayakan keberlanjutannya sebagai salah satu instrumen pengendalian harga bahan pokok penting dan penguatan daya beli masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya.

Menurut Emmy, pasar murah akan semakin penting menjelang hari besar keagamaan maupun peringatan hari besar nasional karena permintaan masyarakat biasanya mengalami peningkatan.

Sejumlah warga menyambut positif pelaksanaan pasar murah tersebut. Salah satunya Toetoet Hajoeningtiad.

Ia menilai keberadaan pasar murah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih rendah dibandingkan sejumlah toko atau pasar.

“Sebagai masyarakat biasa, saya rasa ini sangat bermanfaat sekali. Pasti harganya lebih murah daripada harga di toko ataupun pasar. Akan sangat membantu,” kata Toetoet.

Menurut dia, produk yang dijual juga cukup beragam, mulai dari ikan, sayuran, minuman hingga makanan ringan.

“Masyarakat bisa memanfaatkan. Ada ikan, ada sayur, ada minuman, ada snack. Saya sendiri tadi juga beli mi,” ujarnya.

Toetoet mengaku perbedaan harga memang tidak selalu besar untuk setiap produk. Namun, selisih beberapa ratus hingga ribuan rupiah tetap memberikan keuntungan bagi masyarakat, terutama jika membeli sejumlah kebutuhan sekaligus.

“Misalnya kalau di toko harganya Rp3.300, di sini bisa Rp3.000. Kalau di pasar mungkin ada yang Rp2.500, di sini bisa lebih murah lagi,” katanya.

Ia berharap kegiatan pasar murah dapat digelar secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Harapan saya ke depan masyarakat semakin bisa memanfaatkan pasar murah seperti ini. Semakin ramai dan semakin banyak masyarakat yang tertolong. Saya harap kegiatan ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” pungkasnya.(**)