Bukan Sekadar Berebut Medali, 7.515 Atlet Popda Jateng Ditempa Jadi Atlet Masa Depan

redaksi
2 Sep 2026 16:02
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Tengah 2026 bukan sekadar arena perebutan medali. Ajang yang berlangsung 1-6 September 2026 tersebut menjadi panggung bagi ribuan atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus menapaki jalan menuju kompetisi olahraga tingkat nasional.

Sebanyak 7.515 atlet pelajar dari 35 kabupaten/kota ambil bagian dalam Popda Jateng tahun ini. Mereka terdiri dari 1.647 atlet SD, 2.335 atlet SMP, dan 3.533 atlet SMA.

Para atlet akan bertanding pada 23 cabang olahraga dengan 522 nomor pertandingan. Kompetisi tersebut juga melibatkan 1.210 pelatih dan 334 ofisial.

Jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbesar dalam penyelenggaraan Popda Jateng.

Menyiapkan Generasi Atlet Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan Popda memiliki peran penting dalam proses regenerasi atlet di Jawa Tengah.

Menurutnya, para pelajar yang saat ini berlaga merupakan bibit yang diharapkan dapat berkembang menjadi atlet berprestasi dan membawa nama Jawa Tengah pada kompetisi tingkat nasional.

“Popda merupakan dasar untuk kita nanti take off ke Popnas. Adik-adik ini adalah bibit unggul yang akan mengharumkan nama Jawa Tengah. Jadi seluruh cabor kita pertandingan,” kata Ahmad Luthfi seusai membuka Popda Jateng 2026 di GOR Jatidiri, Kota Semarang, Selasa (1/9/2026).

Popda juga diarahkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2027.

Karena itu, hasil pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Proses pembinaan, pengalaman bertanding, serta kemampuan atlet menghadapi tekanan kompetisi menjadi bagian penting yang ingin dibangun melalui ajang tersebut.

Mental Juara Tak Hanya Soal Menang

Ahmad Luthfi juga mengingatkan agar para atlet tidak hanya mengejar kemenangan.

Ia meminta atlet, pelatih, ofisial, perangkat pertandingan, hingga wasit menjaga sportivitas dan profesionalitas selama kompetisi berlangsung.

Menurutnya, olahraga harus menjadi sarana membentuk karakter generasi muda agar memiliki kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.

“Sehingga ke depan memiliki karakter disiplin, tanggung jawab, dan jiwa petarung,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting karena atlet pelajar tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis. Mereka juga harus mampu menerima hasil pertandingan, menghormati lawan dan menjaga sikap selama berkompetisi.

Popda Jadi Alat Ukur Pembinaan Daerah

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, mengatakan Popda juga berfungsi sebagai alat ukur pembinaan olahraga di masing-masing kabupaten/kota.

“Adanya Popda bisa mengukur dan pembinaan di masing-masing kabupaten/kota, kemudian berjenjang ke tingkat provinsi hingga nanti nasional,” katanya.

Dengan sistem tersebut, Popda menjadi salah satu tahapan untuk melihat sejauh mana proses pembinaan atlet berjalan di tingkat daerah.

Atlet yang memiliki kemampuan dan prestasi menonjol selanjutnya dapat diproyeksikan untuk mengikuti pembinaan di jenjang yang lebih tinggi.

Yuniar Ingin Tukar Perak dengan Emas

Ambisi meraih prestasi tinggi turut dirasakan Yuniar, atlet Popda asal Blora.

Pada Popda tahun lalu, Yuniar berhasil membawa pulang medali perak. Pengalaman tersebut membuatnya datang ke Popda 2026 dengan target yang lebih tinggi.

Ia membidik medali emas sekaligus menjadikan Popda sebagai ajang mengukur kesiapan sebelum menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

“Persiapan sudah dari kemarin-kemarin karena sekalian persiapan untuk Porprov. Jadi ini buat try out juga. Popda tahun lalu dapat perak, tahun ini ingin dapat emas,” ujar Yuniar.

Bagi Yuniar dan ribuan atlet lainnya, Popda Jateng 2026 menjadi kesempatan untuk membuktikan hasil latihan sekaligus menambah pengalaman bertanding.

Dari ajang inilah proses regenerasi atlet Jawa Tengah terus dibangun, dengan harapan muncul nama-nama baru yang kelak mampu bersaing dan berprestasi di panggung nasional.(**)