Festival Kota Lama Semarang Hadirkan 40 Atraksi Budaya, Ada Peserta dari Malaysia

redaksi
2 Sep 2026 15:07
4 menit membaca

ASKARAKINI.COM – Kawasan Kota Lama Semarang bakal semakin semarak sepanjang September 2026. Pemerintah Kota Semarang menyiapkan Festival Kota Lama 2026 dengan puluhan atraksi budaya sekaligus menyambut kedatangan tamu Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI.

Festival yang mengusung tema “Unity in Diversity” tersebut akan berlangsung pada 4-20 September 2026.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkot Semarang menyiapkan berbagai pertunjukan yang memadukan seni tradisional, musik, kuliner, hingga aktivitas wisata di kawasan heritage.

Kepala Disbudpar Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan durasi Festival Kota Lama tahun ini diperpanjang dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.

Perpanjangan tersebut dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan atraksi kepada masyarakat sekaligus para wisatawan dan tamu MTQ Nasional yang datang ke Semarang.

“Alhamdulillah Festival Kota Lama akan kembali kita gelar tahun ini. Rangkaiannya cukup panjang karena kita juga menyambut tamu-tamu MTQ Nasional yang mulai dilaksanakan pada 11 September,” ujar Indriyasari.

40 Atraksi Budaya Hadir di Kota Lama

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah rangkaian Festival Folklore. Sekitar 40 penampil seni budaya dijadwalkan tampil selama dua hari.

Pesertanya tidak hanya berasal dari Kota Semarang, tetapi juga dari sejumlah daerah lain. Bahkan, peserta dari Malaysia telah mendaftarkan diri untuk ikut ambil bagian.

“Untuk folklor sudah terdaftar kurang lebih 40 penampil yang akan kita tampilkan selama dua hari. Bahkan dari Malaysia juga sudah mendaftar untuk ikut bergabung,” kata Indriyasari.

Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara diharapkan semakin memperkuat Festival Kota Lama sebagai ruang pertemuan berbagai budaya.

Tema Unity in Diversity menjadi pesan utama festival, bahwa keberagaman budaya dapat menjadi kekuatan untuk membangun ruang kebersamaan.

Selain Festival Folklore, sejumlah agenda lain juga disiapkan untuk menghidupkan kawasan Kota Lama.

Beberapa di antaranya yakni Pasar Malam Sentiling, Heritage Walk, Orchestra on the Street, Jazz Kota Lama, Festival Folklore, serta Wayang on the Street.

Wayang on the Street akan dikemas dengan konsep berbeda. Pertunjukan tersebut akan diawali dengan kirab sebelum pementasan berlangsung.

Sementara Pasar Malam Sentiling menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati beragam kuliner sekaligus atraksi di tengah kawasan bangunan bersejarah Kota Lama.

Kirab Dugder Sambut Tamu MTQ Nasional

Festival Kota Lama tahun ini juga akan diwarnai Kirab Dugder untuk menyambut kedatangan tamu MTQ Nasional XXXI.

Berbeda dengan kirab Dugder pada skala besar, agenda kali ini dikemas lebih sederhana dengan rute dari kawasan Kauman menuju Kota Lama.

“Karena menyambut tamu MTQ Nasional, akan ada Kirab Dugder untuk mengenang tradisi Dugder. Konsepnya lebih kecil, mulai dari Kauman sampai kawasan Kota Lama,” jelas Indriyasari.

Pemkot Semarang berharap berbagai agenda tersebut dapat menjadi pengalaman wisata bagi para tamu MTQ sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Kota Semarang.

Indriyasari menilai Festival Kota Lama dapat semakin memperkuat daya tarik pariwisata Kota Semarang.

Menurutnya, kawasan Kota Lama sebenarnya telah menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat meski tidak sedang menggelar festival.

“Kita tahu Kota Lama tanpa festival saja sudah ramai dan masyarakat sudah antusias. Karena itu, kita ingin mereka menikmati festival ini sekaligus menunjukkan bahwa Semarang bisa menjadi tuan rumah yang baik,” ujarnya.

Ia berharap seluruh rangkaian Festival Kota Lama berjalan aman dan lancar, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan meningkatnya aktivitas wisatawan serta kedatangan tamu MTQ Nasional.

“Kita ingin menyajikan atraksi yang menarik dari Kota Semarang. Harapannya para tamu dan wisatawan bisa ikut menikmati, sehingga mereka melihat bahwa Semarang memang berbeda dan spesial,” katanya.

Festival Kota Lama juga menjadi bagian dari agenda pariwisata berskala nasional.

Indriyasari menyebut Festival Kota Lama telah masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) yang merupakan kalender event pariwisata nasional.

“Festival Kota Lama sebenarnya sudah lama masuk dalam kalender event tingkat nasional atau Karisma Event Nusantara. Jadi nanti juga ada dukungan dari Kementerian Pariwisata,” ungkapnya.

Dengan rangkaian atraksi budaya, seni, musik, kuliner, hingga agenda penyambutan tamu MTQ Nasional, Festival Kota Lama 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu magnet kunjungan wisata ke Semarang sepanjang September.(**)