
AKSARAKINI.COM, – Pemerintah Kota Semarang terus mematangkan persiapan operasional sekolah rakyat yang diproyeksikan menjadi tempat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Progres pembangunan saat ini telah mencapai 90 persen dan ditargetkan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Rowosari, Kecamatan Tembalang bakal rampung pada Juli 2026.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, saat meninjau langsung lokasi pembangunan bersama 16 camat se-Kota Semarang, Rabu (24/6/2026).
“Per hari ini progres pembangunan sudah mencapai 90 persen. Kami targetkan seluruh pekerjaan selesai pada 10 Juli 2026 sehingga saat tahun ajaran baru dimulai, sekolah ini sudah siap digunakan,” kata Handi.
Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 6,5 hektare dengan fasilitas pendidikan dan asrama yang lengkap. Pemkot Semarang saat ini juga mempersiapkan berbagai kebutuhan operasional mulai dari tenaga pendidik, dapur umum, ruang tidur, kebersihan hingga sarana pendukung lainnya.
Menurut Handi, sebagian besar fasilitas dasar sudah siap digunakan. Pekerjaan yang masih berlangsung hanya berupa penyelesaian beberapa bangunan asrama dan penataan kawasan.
“Tempat tidur sudah siap, toilet berfungsi, air mengalir, dan kebutuhan dasar lainnya sudah tersedia. Tinggal beberapa pekerjaan finishing di asrama dan penataan taman,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebutuhan tenaga pengajar sementara akan didukung oleh Dinas Pendidikan Kota Semarang sembari menunggu proses rekrutmen guru khusus untuk Sekolah Rakyat selesai dilakukan pemerintah pusat.
“Kami juga sedang mematangkan kebutuhan operasional, termasuk guru transisi yang sementara akan dibackup oleh Dinas Pendidikan. Semua harus benar-benar siap sebelum siswa masuk,” katanya.
Pada tahap awal, Sekolah Rakyat akan menampung 270 siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu kategori desil 1 dan 2. Jumlah tersebut terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Seluruh peserta didik akan tinggal di asrama dan mendapatkan layanan pendidikan, pengasuhan, konsumsi, serta fasilitas penunjang belajar secara gratis.
Handi optimistis Sekolah Rakyat Kota Semarang dapat menjadi model sekolah berasrama terbaik di Indonesia.
“Mudah-mudahan Sekolah Rakyat Kota Semarang ini bisa menjadi percontohan nasional karena fasilitasnya sangat representatif dan lengkap,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Agus Junaidi, mengatakan proses penjangkauan calon peserta didik masih terus dilakukan, khususnya untuk jenjang SD yang kuotanya belum terpenuhi.
“Untuk SMP dan SMA pendaftarnya sudah melebihi target. Yang masih kurang itu jenjang SD, sekitar 53 siswa dari kebutuhan 90 siswa,” kata Agus.
Menurutnya, Dinas Sosial bersama camat, lurah, pendamping sosial, dan Program Keluarga Harapan (PKH) terus melakukan pendekatan langsung kepada keluarga sasaran agar memahami manfaat program tersebut.
“Kami melakukan penjangkauan karena sasaran program ini adalah warga kurang mampu kategori desil 1 dan 2. Tantangan terbesar justru meyakinkan orang tua siswa SD yang masih khawatir berpisah dengan anaknya,” ujarnya.
Agus menegaskan orang tua tetap diberikan akses untuk menjenguk anak selama tinggal di asrama. Selain itu, seluruh kebutuhan siswa akan dipenuhi selama mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat.
“Fasilitasnya sangat lengkap. Mulai dari tempat tinggal, makan, perlengkapan belajar, komputer, hingga pendampingan selama di asrama semuanya disediakan,” katanya. (**)