Kota Lama hingga Balai Kota Jadi Rute Karnaval Paskah Semarang 2026

Alan Henry
16 Apr 2026 22:43
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Kota Semarang akan menjadi pusat perayaan kebersamaan dalam gelaran Karnaval dan Perayaan Paskah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (17/4/2026). Ribuan peserta dari berbagai latar belakang dipastikan ikut ambil bagian dalam kirab yang melintasi sejumlah titik strategis kota, mulai dari kawasan Kota Lama Semarang hingga Balai Kota Semarang.

Kegiatan ini akan dimulai pukul 13.00 WIB dengan titik awal di Gereja Blenduk. Setelah rangkaian pembukaan dan ibadah, peserta akan bergerak dalam kirab menuju Balai Kota melalui ruas jalan utama. Sepanjang perjalanan, suasana kota diperkirakan berubah menjadi ruang publik yang dipenuhi warna, pesan damai, serta semangat persatuan.

Karnaval ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga menonjolkan kolaborasi lintas sektor dan lintas iman. Peserta yang terlibat berasal dari sekolah-sekolah Kristen dan Katolik, gereja-gereja di Kota Semarang, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi perempuan, hingga komunitas lintas agama seperti PELITA dan perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia.

Pemerintah Kota Semarang menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata praktik toleransi yang tumbuh di tengah masyarakat. “Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan dan toleransi yang terus dijaga di Kota Semarang,” demikian imbauan yang disampaikan kepada masyarakat.

Untuk mendukung kelancaran acara, Pemkot Semarang juga menyiapkan rekayasa lalu lintas terpadu. Pengalihan arus akan diberlakukan mulai pukul 13.00 WIB secara bertahap di sejumlah ruas jalan, seperti kawasan Imam Bonjol, Agus Salim, Gajahmada, Letjen Suprapto, Sendowo, hingga Ki Nartosabdo.

Sementara itu, Jalan Pemuda sebagai jalur utama kirab akan ditutup sementara selama kegiatan berlangsung. Penutupan juga dilakukan di beberapa titik awal seperti Simpang Paragon dan kawasan Cendrawasih, dengan pengaturan lanjutan yang bersifat situasional sesuai kondisi di lapangan.

Sebagai solusi untuk mengurangi kepadatan kendaraan, masyarakat diarahkan memanfaatkan kantong parkir yang telah disediakan, antara lain di Gedung Parkir Balai Kota, DP Mall, Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), SMA Negeri 3 Semarang, Museum Mandala Bhakti, area belakang Spiegel, hingga Metro Point.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan rute perjalanan serta mematuhi arahan petugas selama kegiatan berlangsung. Warga diharapkan dapat menghindari jalur yang terdampak penutupan sementara guna mengurangi kemacetan.

Melalui Karnaval Paskah 2026, Kota Semarang kembali menunjukkan perannya sebagai kota yang inklusif dan mampu merawat keberagaman. Jalanan yang biasanya dipadati kendaraan akan berubah menjadi ruang interaksi sosial yang menghadirkan nilai kemanusiaan, persatuan, dan toleransi antarumat beragama. ***