PDAM Tirta Moedal Aktifkan Kembali Reservoir Siranda, Pasok Air untuk 30 Ribu Pelanggan

Alan Henry
12 Jun 2026 16:45
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – PDAM Tirta Moedal Kota Semarang resmi mengaktifkan kembali (reflowing) Reservoir Siranda setelah sempat tidak beroperasi. Reaktivasi reservoir yang telah berusia lebih dari satu abad tersebut diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan air minum bagi masyarakat maupun sektor usaha di pusat Kota Semarang.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan pengoperasian kembali Reservoir Siranda menjadi bagian dari upaya menghormati sejarah panjang infrastruktur air minum yang telah melayani warga Semarang selama puluhan tahun.

Menurutnya, reservoir tersebut merupakan salah satu aset bersejarah yang memiliki peran penting dalam penyediaan air bersih di Kota Semarang sejak masa kolonial.

“Reservoir Siranda merupakan salah satu warisan penting pelayanan air minum di Kota Semarang yang usianya sudah lebih dari satu abad. Kami ingin menghidupkan kembali semangat pelayanan dari para pendahulu yang telah membangun fasilitas ini,” ujarnya usai peluncuran dan reflowing Reservoir Siranda, Jumat (12/6/2026).

Ady menjelaskan, pengaktifan kembali reservoir juga dilakukan setelah serangkaian evaluasi dan perbaikan menyusul peristiwa ditemukannya jenazah di area reservoir pada Agustus 2025 lalu. Kejadian tersebut sempat membuat masyarakat enggan mendekati kawasan reservoir.

Sebagai bagian dari normalisasi operasional, PDAM telah melakukan pembersihan menyeluruh serta pengujian kualitas air melalui laboratorium yang berwenang sebelum kembali mengalirkan air kepada pelanggan.

“Kami mohon maaf atas kejadian yang pernah terjadi. Saat ini seluruh proses pembersihan dan pengujian laboratorium sudah dilakukan, dan hasilnya menunjukkan air layak untuk didistribusikan kepada masyarakat,” katanya.

Selain menghidupkan kembali fungsi reservoir, PDAM juga menambah kapasitas pasokan air sebesar 130 liter per detik untuk mendukung kebutuhan pelanggan, terutama sektor niaga dan industri.

Pasokan tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan layanan di kawasan pusat kota yang selama ini menjadi wilayah dengan kebutuhan air cukup tinggi.

Ady menyebut wilayah layanan Reservoir Siranda mencakup kawasan Simpang Lima, Jalan Dr Cipto, Seroja, Tegalwareng, Jalan Kartini, kawasan Sekayu, Jalan Pemuda hingga wilayah sekitar Loyola dan Brumbungan.

“Reservoir ini melayani sekitar 23 ribu hingga 30 ribu pelanggan yang terdiri dari masyarakat, kawasan usaha, hotel, hingga sektor industri,” jelasnya.

Beberapa pelanggan besar seperti hotel dan kawasan bisnis di pusat kota juga mulai menerima pasokan dari Reservoir Siranda setelah fasilitas tersebut kembali dioperasikan.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, PDAM Tirta Moedal juga memperkuat sistem pengawasan di kawasan reservoir. Salah satunya dengan membangun rumah dinas dan menempatkan petugas yang berjaga secara bergiliran selama 24 jam.

“Kami sudah menyiapkan sistem penjagaan dengan petugas yang tinggal di lokasi. Pengawasan akan dilakukan secara lebih ketat agar keamanan dan operasional reservoir tetap terjaga,” pungkasnya. ***