Pasar Lensa Progresif Tumbuh Seiring Bertambahnya Usia Produktif, Adaptasi Pengguna Masih Jadi Tantangan

redaksi
2 Jul 2026 02:27
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Permintaan lensa progresif di Indonesia terus meningkat seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang memasuki usia di atas 40 tahun. Di balik pertumbuhan pasar tersebut, proses adaptasi pengguna masih menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui edukasi dan pemilihan lensa yang tepat.

Memasuki usia 40 tahun, banyak orang mulai mengalami presbiopia atau penurunan kemampuan mata untuk melihat objek pada jarak dekat. Kondisi ini membuat penggunaan lensa progresif semakin diminati karena mampu mengoreksi penglihatan jarak jauh, menengah, dan dekat dalam satu lensa.

Dokter spesialis mata Amanda Nur Shinta Pertiwi mengatakan, masih banyak pengguna yang menganggap lensa progresif tidak nyaman karena mengalami pusing atau kesulitan saat beradaptasi. Padahal, kondisi tersebut umumnya dipengaruhi oleh proses pengukuran dan pemilihan lensa yang kurang sesuai.

“Faktor utama kenyamanan bukan hanya jenis lensanya, tetapi juga akurasi pengukuran, kualitas desain lensa, dan kesesuaiannya dengan aktivitas sehari-hari,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Amanda menjelaskan, pemeriksaan mata yang dilakukan secara menyeluruh akan membantu menentukan jenis lensa yang paling sesuai dengan kebutuhan pengguna sehingga proses penyesuaian dapat berlangsung lebih cepat.

Menurutnya, setiap orang memiliki kebutuhan visual yang berbeda. Pengguna yang lebih banyak bekerja di depan komputer membutuhkan area fokus jarak dekat dan menengah yang lebih luas, sedangkan aktivitas di luar ruangan memerlukan distribusi fokus yang berbeda.

Karena itu, pemilihan lensa sebaiknya tidak hanya didasarkan pada harga, tetapi juga mempertimbangkan pola aktivitas dan gaya hidup.

Dari sisi teknologi, lensa progresif memiliki proses pembuatan yang lebih rumit dibandingkan lensa biasa karena menggabungkan beberapa zona penglihatan dalam satu permukaan. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi harga produk.

Produsen lensa juga terus mengembangkan teknologi personalisasi agar lensa dapat disesuaikan dengan karakteristik mata dan kebiasaan pengguna. Selain desain, kualitas lapisan pelindung (coating) dinilai turut memengaruhi kenyamanan karena membantu mengurangi pantulan cahaya sekaligus meningkatkan kejernihan penglihatan.

Pelaku industri menilai edukasi kepada masyarakat masih menjadi kunci untuk meningkatkan penerimaan terhadap lensa progresif. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai cara kerja, manfaat, dan proses pemilihannya, masyarakat diharapkan dapat memperoleh solusi penglihatan yang lebih nyaman sekaligus mendorong pertumbuhan industri optik nasional. (**)