Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng saat menghadiri gelaran Suroboyo 10K 2026 di Balai Kota Surabaya. (dok Pemkot Semarang)AKSARAKINI.COM – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menghadiri gelaran Suroboyo 10K 2026 di Balai Kota Surabaya, Minggu (7/6/2026), sebagai bagian dari persiapan Kota Semarang yang akan menjadi tuan rumah seri penutup The Ultimate 10K Series 2026 pada 13 Desember mendatang.
Kehadiran Agustina tidak hanya untuk menyaksikan ajang olahraga tersebut, tetapi juga mempelajari berbagai aspek penyelenggaraan guna memastikan Semarang mampu menghadirkan pengalaman terbaik bagi ribuan pelari yang akan datang dari berbagai daerah.
Menurut Agustina, posisi Semarang sebagai tuan rumah grand finale membuat pemerintah kota ingin menyuguhkan penyelenggaraan yang lebih istimewa.
“Kami ingin memastikan Kota Semarang bukan sekadar lokasi lomba, tetapi juga menjadi destinasi yang memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta. Karena Semarang menjadi penutup rangkaian, maka kami ingin menghadirkan event yang spesial,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kota Semarang memiliki pengalaman panjang dalam menggelar lomba lari 10 kilometer. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, Semarang 10K terus berlangsung secara konsisten dan tahun ini memasuki penyelenggaraan ketujuh.
“Semarang termasuk kota yang lebih awal menyelenggarakan event 10K dan kami terus berupaya menjaga kualitas penyelenggaraannya dari tahun ke tahun,” kata Agustina.
Dalam rangkaian The Ultimate 10K Series 2026, Semarang menjadi kota terakhir setelah Bandung, Surabaya, dan Tangerang. Posisi tersebut menjadikan Semarang sebagai penentu bagi para pelari yang memburu pencapaian spesial dengan menyelesaikan seluruh seri dan mendapatkan medali eksklusif.
Momentum ini juga dinilai sebagai peluang besar untuk memperkuat citra Semarang sebagai destinasi sport tourism nasional. Pemerintah Kota Semarang tengah menyiapkan konsep yang menggabungkan olahraga, pariwisata, sejarah, dan kuliner dalam satu paket pengalaman bagi peserta.
Salah satu konsep yang sedang disiapkan adalah menggelar berbagai aktivitas pendukung di kawasan Kota Lama Semarang. Kawasan bersejarah tersebut akan menjadi ruang interaksi para pelari dengan budaya dan kuliner khas Semarang sebelum mengikuti perlombaan.
“Kami ingin peserta tidak hanya datang untuk berlari lalu pulang. Mereka juga bisa menikmati suasana Kota Lama, mencicipi kuliner khas Semarang, dan merasakan keramahan masyarakat. Jadi yang dibawa pulang bukan hanya medali, tetapi juga pengalaman,” jelasnya.
Dukungan terhadap Semarang sebagai tuan rumah penutup juga disampaikan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Ia berharap kualitas penyelenggaraan terus meningkat hingga mencapai puncaknya di Kota Semarang.
“Setelah Surabaya, Tangerang harus lebih baik. Semarang yang terakhir harus menjadi yang terbaik,” ujarnya.
Harapan serupa datang dari peserta asal Semarang, Bintoro Setiawan, yang mengikuti Suroboyo 10K. Ia berharap seri penutup di Kota Semarang mampu menjadi ajang yang paling meriah dan berkesan.
“Karena Semarang menjadi seri terakhir, harus menjadi yang paling baik, paling ramai, dan paling menyenangkan,” katanya.
The Ultimate 10K Series 2026 menargetkan sekitar 13.500 pelari di empat kota penyelenggara. Khusus Semarang 10K, jumlah peserta ditargetkan mencapai 3.500 pelari, menjadi angka tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan event tersebut.
Dengan pengalaman yang dimiliki, dukungan masyarakat, serta berbagai destinasi unggulan yang tersedia, Kota Semarang optimistis mampu menghadirkan penyelenggaraan ajang lari nasional yang berkualitas sekaligus memperkuat posisi sebagai kota tujuan olahraga dan wisata. ***