Wajah Baru Pasar Johar Semarang, New PM Disiapkan Jadi Pusat Belanja, Kuliner, dan Ekonomi Kreatif

redaksi
15 Jun 2026 17:21
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM, – Pemerintah Kota Semarang terus berupaya menghidupkan kembali kawasan Pasar Johar sebagai salah satu pusat perdagangan legendaris di ibu kota Jawa Tengah. Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah menghadirkan New PM (New Pasar Maling) sebagai kawasan perdagangan baru yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli, tetapi juga dikembangkan menjadi pusat kuliner, seni, budaya, dan ekonomi kreatif.

Kehadiran New PM menjadi bagian dari strategi revitalisasi kawasan Pasar Johar yang selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu denyut ekonomi masyarakat Kota Semarang. Dengan konsep yang lebih modern dan tertata, kawasan ini diharapkan mampu menarik kembali minat masyarakat untuk berbelanja langsung di pasar tradisional di tengah pesatnya perkembangan perdagangan digital.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan keberadaan New PM merupakan bagian dari upaya mengembalikan kejayaan Pasar Johar sebagai ikon perdagangan sekaligus destinasi masyarakat Kota Semarang.

Menurutnya, pasar tradisional harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen yang kini semakin akrab dengan belanja daring.

“Pasar tidak bisa hanya mengandalkan aktivitas jual beli seperti dulu. Kita harus menyesuaikan dengan kebutuhan pelanggan saat ini. Karena itu saya ingin Pasar Johar menjadi ruang yang hidup dengan berbagai kegiatan, mulai dari perdagangan, seni, budaya, hingga aktivitas komunitas,” ujar Agustina saat meninjau kawasan New PM, Senin (15/6/2026).

Ia menilai kawasan tersebut memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi pusat ekonomi kreatif yang mampu menarik lebih banyak pengunjung.

Tidak hanya pedagang, pelaku UMKM dan komunitas kreatif juga akan diberikan ruang untuk menampilkan produk maupun karya mereka.

Agustina mengungkapkan area yang masih kosong di bagian atas bangunan akan dimanfaatkan sebagai etalase produk UMKM secara bergilir.

Konsep ini harapannya mampu memperluas promosi produk lokal sekaligus meningkatkan daya tarik Pasar Johar.

“Ke depan area kosong akan kita manfaatkan sebagai etalase produk UMKM yang bisa bergantian setiap minggu. Bahkan pelatihan-pelatihan masyarakat juga bisa dilakukan di sini sehingga Pasar Johar menjadi pusat aktivitas warga,” katanya.

Selain itu, Pemkot Semarang juga tengah mengkaji konsep pengembangan sentra kuliner khas Semarang di kawasan New PM. Kehadiran berbagai makanan legendaris dan kuliner khas daerah diharapkan mampu menjadi magnet baru bagi wisatawan maupun warga lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Aniceto Magno Da Silva, menyebut minat pedagang untuk bergabung di kawasan New PM sangat tinggi. Hingga saat ini sebanyak 912 pedagang telah mendaftar untuk menempati lapak yang tersedia.

“Antusiasme pedagang luar biasa. Harapan kami New PM bisa mengembalikan kejayaan Pasar Maling yang dulu menjadi salah satu ikon perdagangan Kota Semarang,” ujarnya.

Amoy, sapaannya, menjelaskan konsep New PM tetap mempertahankan identitas Pasar Maling yang sudah dikenal masyarakat selama puluhan tahun. Namun, kawasan tersebut kini hadir dengan tampilan yang lebih tertata, nyaman, dan modern.

Saat ini tingkat keterisian lapak telah mencapai lebih dari 80 persen atau sekitar 800 pedagang aktif. Mayoritas menjual produk fesyen, aksesoris, dan kuliner.

“Lapak yang sudah terisi didominasi pedagang pakaian dan kuliner. Ke depan seluruh lantai akan kami optimalkan agar aktivitas perdagangan semakin ramai,” jelasnya.

Untuk meningkatkan jumlah kunjungan, Dinas Perdagangan juga menyiapkan berbagai strategi promosi, termasuk menggandeng influencer dan media sosial guna memperkenalkan wajah baru Pasar Johar kepada masyarakat luas.

“Kami ingin masyarakat tahu bahwa sekarang ada destinasi baru di Pasar Johar. Promosi akan terus kami lakukan agar kawasan ini semakin dikenal dan menjadi tujuan belanja baru di Kota Semarang,” pungkasnya. (**)