
AKSARAKINI.COM — Duka mendalam menyelimuti keluarga korban kebakaran di Jalan Meranti, Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mendatangi rumah duka pada Kamis (27/8) sore untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan penguatan kepada keluarga yang tengah berduka.
Kebakaran tersebut mengakibatkan seorang balita, Nail Alkhalifi Utama, meninggal dunia. Bayi berusia lima bulan itu sempat mendapatkan perawatan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Pemakaman Kedung Winong pada Jumat (28/8) pagi.
Agustina menyampaikan rasa duka cita atas musibah yang menimpa keluarga korban. Menurutnya, kehilangan seorang anak merupakan duka yang sangat berat bagi sebuah keluarga.
“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Semarang menyampaikan rasa duka cita yang sangat mendalam. Kehilangan buah hati adalah duka yang luar biasa berat. Fokus utama kita saat ini adalah mendampingi keluarga, memberikan penguatan mental, serta memastikan mereka tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” ujar Agustina.
Selain menyampaikan belasungkawa, Agustina juga memantau kondisi dua anggota keluarga lainnya yang berhasil selamat dari kebakaran, yakni Arkarna (4) dan Nurjanah (58).
Keduanya masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU RSUP Dr. Kariadi Semarang.
“Mari kita doakan bersama agar anggota keluarga yang masih dirawat di RSUP Dr. Kariadi segera diberikan kesembuhan dan ketabahan,” tuturnya.
Agustina juga menyampaikan apresiasi kepada warga Srondol Wetan yang bergerak cepat saat kebakaran terjadi. Warga bergotong royong berupaya memadamkan api sekaligus mengevakuasi para korban untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Saya berterima kasih dan memberikan apresiasi luar biasa kepada warga Srondol Wetan. Sikap tanggap, kepedulian, dan aksi gotong royong warga yang langsung bahu-membahu memadamkan api serta menyelamatkan para korban di lokasi sangat berharga,” ungkapnya.
Sementara itu, proses penyelidikan terkait penyebab kebakaran masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
Agustina menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota Semarang, di antaranya Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Disperkim, serta pendamping psikologis, untuk memastikan keluarga korban memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat membantu keluarga melewati masa duka sekaligus mendukung proses pemulihan pascamusibah. (**)