Nawal Yasin Dorong Pemanfaatan Pekarangan untuk Ketahanan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Alan Henry
21 Mei 2026 12:43
Daerah 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan rumah sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu pengendalian inflasi.

Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Pemenuhan Pangan Keluarga dengan Protein Ikan”, hasil kolaborasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah bersama TP PKK Jateng di Kabupaten Temanggung, Rabu (20/5/2026).

Menurut Nawal, pemanfaatan pekarangan rumah memberikan banyak manfaat, mulai dari pemenuhan kebutuhan gizi keluarga, penghematan pengeluaran rumah tangga, hingga peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat. Program itu juga sejalan dengan gerakan Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman bersama PKK) yang mendorong pemanfaatan halaman rumah secara produktif.

“Ini adalah kegiatan mengendalikan inflasi, di antaranya dengan memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber gizi. Kedua, untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, dan ketiga juga bisa menjadi income bagi keluarga tersebut,” ujar Nawal.

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Jateng bersama Bank Indonesia menyalurkan bantuan 100 unit budikdamber atau budidaya ikan dalam ember kepada masyarakat. Program itu mengombinasikan budidaya ikan lele dengan penanaman kangkung di bagian atas ember.

Selain budikdamber, masyarakat juga menerima bantuan bibit cabai. Nawal menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas yang kerap memicu inflasi akibat fluktuasi harga di pasaran.

Ia menuturkan, apabila masyarakat mampu memenuhi kebutuhan cabai secara mandiri, maka permintaan pasar dapat ditekan sehingga lonjakan harga bisa diminimalkan dan inflasi lebih terkendali.

“Jadi, kadang-kadang inflasi itu kaitannya dengan bagaimana naik turunnya harga cabai. Sehingga pada hari ini kita memberikan bantuan juga,” kata istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut.

Nawal berharap program tersebut dapat berjalan berkelanjutan melalui pendampingan dan pembinaan dari Kelompok Wanita Tani (KWT) maupun kader PKK di daerah.

“Sehingga kita tempatkan di sini, dan nanti harapannya ini akan berkesinambungan. Saya minta untuk ada pengawalan atau pembinaan dari KWT-KWT di Temanggung ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, bantuan ikan lele dan bibit cabai itu selaras dengan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang menjadikan ketahanan pangan sebagai program prioritas pada 2026.

Selain memperkuat ketahanan pangan, Nawal juga mengajak kader PKK untuk mengampanyekan gerakan gemar makan ikan (Gemarikan) kepada masyarakat, termasuk dengan mengembangkan berbagai olahan ikan yang lebih variatif.

“Bukan hanya bisa digoreng, tetapi juga bisa menjadi bakso ikan dan lain sebagainya. Ini bagaimana bisa mengedukasi kepada masyarakat juga untuk menu-menu yang variatif,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Nawal turut mengapresiasi dukungan Bank Indonesia terhadap program tersebut. Menurutnya, kolaborasi serupa juga akan dilaksanakan di sejumlah daerah lain di Jawa Tengah, seperti Semarang dan Karanganyar.

Ia menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan masyarakat membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. Hal tersebut, menurutnya, telah terbukti melalui program Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon) di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Dengan pengalaman yang sudah ada, untuk misalnya program Rabu Pon itu, ternyata berhasil ketika ada pendampingan,” pungkas Nawal.***