Lionel Messi Kembali ke Stadion yang Pernah Membuatnya Pensiun, Kini Bidik Gelar Piala Dunia 2026

redaksi
18 Jul 2026 13:12
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Final Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita emosional bagi Lionel Messi. Kapten Timnas Argentina akan kembali bermain di New York New Jersey Stadium atau MetLife Stadium, tempat yang menyimpan salah satu kenangan paling pahit dalam perjalanan karier internasionalnya.

Sepuluh tahun lalu, tepatnya usai final Copa America Centenario 2016, Messi mengumumkan pensiun dari Timnas Argentina setelah gagal membawa negaranya meraih gelar juara. Kini, stadion yang sama kembali menjadi panggung baginya untuk mengejar trofi Piala Dunia kedua secara beruntun saat menghadapi Spanyol.

MetLife Stadium, Saksi Air Mata Messi

MetLife Stadium menjadi lokasi yang sulit dilupakan Messi. Pada final Copa America 2016, Argentina kembali dikalahkan Chile melalui drama adu penalti.

Messi yang maju sebagai penendang pertama gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya melambung di atas mistar gawang. Kekalahan tersebut menjadi pukulan telak karena merupakan kegagalan keempat secara beruntun di partai final bersama Timnas Argentina.

Sebelumnya, Argentina kalah dari Jerman pada final Piala Dunia 2014, lalu kembali takluk dari Chile di final Copa America 2015 dan 2016.

Rangkaian hasil mengecewakan itu membuat Messi mengeluarkan pernyataan mengejutkan.

“Bagi saya, tim nasional sudah selesai. Saya sudah mencoba segalanya dan sangat menyakitkan tidak bisa menjadi juara,” ujar Messi saat itu.

Bangkit Menjadi Juara Dunia

Keputusan pensiun tersebut ternyata tidak berlangsung lama. Messi akhirnya kembali memperkuat Argentina setelah mendapat dukungan besar dari publik sepak bola.

Sejak saat itu, perjalanan kariernya berubah drastis. Ia sukses mengantarkan Argentina menjuarai Copa America 2021, Finalissima 2022, Piala Dunia 2022, hingga Copa America 2024.

Kini, Messi datang ke stadion yang sama dengan status berbeda. Ia bukan lagi pemain yang dibayangi kegagalan, melainkan kapten sekaligus juara dunia yang berpeluang kembali mengangkat trofi paling bergengsi di sepak bola.

Misi Menutup Karier dengan Manis

Pada final melawan Spanyol, Messi berpeluang mencatat sejarah dengan membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia.

Bagi pemain berusia 39 tahun tersebut, laga ini bukan sekadar perebutan trofi. Final di New York New Jersey Stadium menjadi kesempatan untuk menghapus kenangan pahit yang pernah membuatnya meninggalkan tim nasional satu dekade silam.

Jika mampu membawa Argentina menang, stadion yang dulu menjadi simbol kegagalan akan berubah menjadi saksi salah satu pencapaian terbesar dalam perjalanan karier Lionel Messi.(**)