
AKSARAKINI.COM – H. Ma’ruf, S.Pd.I. resmi menerima estafet kepemimpinan DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Semarang periode 2026-2031 dari H. Muh Mahsun, S.I.P.
Pergantian kepemimpinan tersebut berlangsung dalam agenda rapat koordinasi dan serah terima jabatan di Kantor DPC PKB Kota Semarang, Jalan Majapahit Nomor 101, Minggu (9/8/2026).
Ma’ruf yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Semarang kini dihadapkan pada sejumlah agenda organisasi, salah satunya mempersiapkan mesin politik PKB Kota Semarang menuju Pemilu 2029.
Tak tanggung-tanggung, Ma’ruf memasang target perolehan 10 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029.
Target tersebut lebih tinggi dibandingkan capaian PKB pada Pemilu sebelumnya yang memperoleh lima kursi.
Ketua DPC PKB Kota Semarang sebelumnya, M. Mahsun, mengatakan peningkatan perolehan kursi DPRD memang menjadi pekerjaan rumah yang harus dilanjutkan kepengurusan baru.
Mahsun mengungkapkan, pada masa kepemimpinannya PKB Kota Semarang menargetkan delapan kursi DPRD. Namun, target tersebut baru terealisasi lima kursi.
“Tadinya pada masa kepemimpinan saya targetnya delapan kursi, tetapi yang terealisasi lima kursi. Jadi kami mohon kepada ketua yang baru, target delapan kursi itu bisa direalisasikan,” ujar Mahsun seusai acara.
Menurut Mahsun, capaian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bagi kepengurusan baru. Ia berharap Ma’ruf mampu melakukan pembenahan organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader.
Mahsun juga meminta seluruh jajaran PKB Kota Semarang mendukung kepemimpinan baru agar target peningkatan kursi legislatif dapat diwujudkan.
Ma’ruf menyambut amanah tersebut dengan memasang target yang lebih tinggi. Jika target dari Pengurus Wilayah (PW) PKB adalah delapan kursi, Ma’ruf menetapkan target internal DPC PKB Kota Semarang sebanyak 10 kursi DPRD pada Pemilu 2029.
“Target dari PW itu delapan kursi, tapi saya sebagai Ketua DPC Kota Semarang menargetkan 10 kursi di Pemilu 2029,” tegas Ma’ruf.
Untuk mencapai target tersebut, Ma’ruf tidak ingin langsung berbicara mengenai perolehan suara. Ia memilih memulai dari pembenahan organisasi dan penguatan struktur partai.
Menurutnya, struktur yang kuat menjadi fondasi agar seluruh program dan strategi politik dapat berjalan efektif hingga tingkat bawah.
“Untuk pemantapan struktur ini sudah menjadi instruksi dari saya. Kami akan memastikan pemantapan struktur ini betul-betul bisa dijalankan dengan baik. Segera kami akan mengumpulkan seluruh pengurus PAC,” katanya.
Ma’ruf menilai konsolidasi organisasi harus dilakukan secara terukur agar target 10 kursi tidak sekadar menjadi angka, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kerja politik di lapangan.

Selain pembenahan struktur, PKB Kota Semarang akan mengoptimalkan basis dukungan yang selama ini dimiliki.
Ma’ruf menyebut warga Nahdlatul Ulama (NU) atau Nahdliyin menjadi salah satu basis yang akan diperkuat. Bersamaan dengan itu, pihaknya akan melakukan inventarisasi kader potensial untuk ditempatkan sesuai kebutuhan organisasi.
“Kita kan punya basis sendiri, yaitu dari kalangan warga Nahdlatul Ulama atau kaum Nahdliyin. Tentu langkahnya segera menginventarisasi kader-kader terbaik,” jelasnya.
PKB juga akan memperluas jaringan dengan berbagai kelompok masyarakat, termasuk kalangan pengusaha.
“Kita juga akan menggali jaringan NU dan juga jaringan para pengusaha,” lanjut Ma’ruf.
Strategi tersebut diharapkan dapat memperluas jaringan PKB sekaligus meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat Kota Semarang.
Ma’ruf juga memberikan perhatian terhadap regenerasi kepengurusan partai. Salah satu langkah yang akan didorong adalah memperbanyak keterlibatan generasi muda dalam struktur PKB.
Ia menyebut terdapat arahan dari DPP PKB agar ketua di tingkat DPAC dan ranting maksimal berusia 35 tahun.
Menurut Ma’ruf, kebijakan tersebut relevan dengan karakter pemilih pada Pemilu 2029 yang akan banyak diisi generasi Z dan milenial.
“Karena Pemilu 2029 akan banyak Gen Z dan kaum milenial. Jadi kaderisasi akan berjalan dengan baik,” katanya.
Kaderisasi tersebut, lanjut dia, tidak hanya ditujukan untuk menghadapi Pemilu 2029, tetapi juga menjadi investasi organisasi agar PKB memiliki regenerasi yang berkelanjutan.
Ma’ruf juga menegaskan PKB Kota Semarang akan terus mengembangkan karakter sebagai partai yang terbuka.
Ia mengatakan PKB tidak hanya membuka ruang bagi kelompok tertentu, tetapi siap menerima masyarakat dari berbagai latar belakang.
“PKB itu sudah menjelma menjadi partai terbuka. Jadi baik dari kalangan muslim maupun nonmuslim, Tionghoa, kami siap menerima dengan tangan terbuka,” ungkapnya.
Menurutnya, keterbukaan tersebut menjadi bagian dari strategi memperluas basis sosial PKB di Kota Semarang.
Dengan diterimanya estafet kepemimpinan dari M. Mahsun, Ma’ruf kini memiliki waktu hingga Pemilu 2029 untuk membuktikan strategi kepengurusan barunya.
Capaian lima kursi pada Pemilu sebelumnya menjadi modal sekaligus bahan evaluasi. Sementara target delapan kursi yang sebelumnya belum tercapai kini dinaikkan menjadi 10 kursi oleh kepengurusan baru.
Untuk mengejar target tersebut, DPC PKB Kota Semarang akan memprioritaskan pemantapan struktur, konsolidasi kader, penguatan basis Nahdliyin, perluasan jaringan masyarakat, serta regenerasi kepengurusan dengan melibatkan lebih banyak anak muda.
Target 10 kursi DPRD Kota Semarang pada Pemilu 2029 kini menjadi salah satu tolok ukur utama kepemimpinan Ma’ruf selama periode 2026-2031.(**)