
AKSARAKINI.COM – Lintasan atletik Gelanggang Olahraga (GOR) Tri Lomba Juang (TLJ) Semarang kembali ditutup setelah sebelumnya sempat dibuka untuk uji coba selama lima hari. Penutupan mulai diberlakukan pada Senin (24/8/2026) karena proses perbaikan lintasan belum sepenuhnya selesai.
Penutupan tersebut membuat masyarakat, khususnya pelari dan atlet yang biasa berlatih di TLJ, harus mencari tempat lain untuk berolahraga.
Salah satunya Rizal, pelajar 17 tahun yang rutin menggunakan lintasan TLJ untuk latihan fisik. Ia mengaku datang ke TLJ pada Senin sore dengan tujuan berlari, namun mendapati lintasan kembali ditutup.
“Biasa latihan di sini, karena ada event juga yang akan diikuti. Untuk fisik terutama, yakni lari. Nah, ini harus di jalan dulu karena ditutup,” kata Rizal.
Rizal biasanya berlatih di lintasan atletik TLJ sekitar empat kali dalam sepekan. Menurutnya, masih terdapat sejumlah bagian lintasan yang membutuhkan perbaikan.
“Kemarin memang ada tambalan. Harapan kita sih cepat selesai, kan ini ditutup lagi,” ujarnya.
Sebelumnya, lintasan atletik TLJ sempat dibuka kepada masyarakat untuk uji coba hingga Minggu (23/8/2026).
Namun, kondisi lintasan sempat menjadi perhatian setelah sejumlah pengguna media sosial menyoroti hasil perbaikan. Pada beberapa bagian, material rubber terlihat mengelupas dan dapat terangkat ketika disentuh.
Kondisi tersebut kemudian menjadi perhatian karena lintasan atletik TLJ merupakan salah satu fasilitas olahraga yang banyak digunakan masyarakat Kota Semarang.
Kepala UPTD Gelanggang Olahraga Dispora Kota Semarang, Tegar Suko Purusatama, membenarkan penutupan kembali lintasan tersebut.
Menurut Tegar, pembukaan sebelumnya memang hanya bertujuan untuk melakukan uji coba. Setelah masa uji coba berakhir, lintasan kembali ditutup agar proses perbaikan dapat diselesaikan secara optimal.
“Kemarin memang uji coba, nah ini ditutup lagi agar pengerjaan lebih maksimal. Jadi memang dari Distaru belum selesai pengerjaannya,” ujar Tegar.
Ia mengatakan antusiasme masyarakat saat lintasan dibuka untuk uji coba cukup tinggi. Namun, proses pekerjaan di sejumlah titik masih berjalan.
Pantauan di lokasi pada Senin siang menunjukkan pekerja dari pihak ketiga masih melakukan perbaikan di sisi timur lintasan atletik.
“Mungkin kemarin pengerjaannya belum maksimal ya saat uji coba. Nah, ini kita tutup agar bisa lebih bagus, jadi menunggu sampai perbaikan selesai dulu,” jelasnya.
Tegar belum memastikan kapan lintasan atletik TLJ dapat kembali dibuka untuk masyarakat. Menurutnya, pembukaan kembali akan dilakukan setelah pekerjaan perbaikan dinyatakan selesai.
Setelah pekerjaan rampung, akan dilakukan berita acara serah terima dari Dinas Penataan Ruang (Distaru) kepada Dispora Kota Semarang.
“Kita sudah pasang MMT sebagai imbauan penutupan, di media sosial juga sudah kita umumkan,” kata Tegar.
Selama lintasan TLJ ditutup, Dispora mengarahkan masyarakat untuk menggunakan fasilitas olahraga lainnya, salah satunya Lapangan Sidodadi.
“Bisa ke Sidodadi, karena lintasannya mirip dengan di TLJ,” pungkasnya.
Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Dini Inayati, meminta pemerintah memastikan proses perbaikan lintasan atletik TLJ dilakukan sesuai spesifikasi yang telah ditentukan.
Ia menegaskan, pekerjaan yang dilakukan pihak ketiga tetap memiliki masa pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab kontraktor.
“Ini masih tanggung jawab pihak ketiga untuk pemeliharaan dan penyempurnaan. Tugas Distaru adalah melakukan pengawasan atas pekerjaan yang dilakukan, salah satunya sesuai dengan spek yang ada,” jelas Dini.
Menurutnya, pengawasan harus dilakukan sebelum maupun setelah pekerjaan konstruksi selesai, termasuk sebelum dilakukan proses serah terima kepada dinas terkait.
Dini juga meminta Pemkot Semarang terbuka mengenai informasi pekerjaan, termasuk spesifikasi perbaikan lintasan atletik TLJ.
“Setelah serah terima pun sama, masih tanggung jawab Distaru karena kontraktor punya masa pemeliharaan. Publik juga berhak mendapatkan informasinya,” ujarnya.
Dini menilai keputusan menutup lintasan untuk sementara merupakan langkah yang tepat apabila kondisi lintasan memang belum sepenuhnya layak digunakan.
Namun, ia meminta proses perbaikan tidak berlarut-larut agar masyarakat dapat kembali memanfaatkan fasilitas olahraga tersebut.
“Harus selesai dulu, tapi juga harus ada percepatan agar bisa digunakan masyarakat,” pungkasnya.(**)