Jembatan di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, ambles pada Jumat (15/5/2026). (dok Alan Henry)AKSARAKINI.COM — Jembatan di Jalan Honggowongso, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, ambles pada Jumat (15/5/2026) dini hari. Peristiwa di jalur penghubung Ngaliyan-Krapyak tersebut mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor menjadi korban saat melintas di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, amblesnya jembatan terjadi sekitar pukul 00.00 WIB. Akibat kerusakan tersebut, badan jalan menyempit sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melintasi jalur tersebut.
Lurah Purwoyoso, Agus Riyanto, mengatakan kejadian pertama kali diketahui setelah warga melaporkan kondisi jalan yang ambles. Area jalan yang mengalami kerusakan diperkirakan memiliki ukuran sekitar 4×5 meter.
“Jembatan Jalan Ronggowongso ambles dengan luas sekitar 4×5 meter. Laporan dari warga setempat kejadiannya sekitar jam 00.00 WIB dini hari,” ujar Agus saat ditemui di lokasi, Jumat.
Agus menyebut pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama amblesnya jembatan. Namun, ia menerima laporan dari warga bahwa dalam beberapa waktu terakhir jalur tersebut kerap dilalui kendaraan bertonase berat seperti bus dan truk setelah adanya portal di kawasan Jrakah dan Kedungpane.
Ia menegaskan jembatan di Jalan Honggowongso sebenarnya tidak dirancang untuk dilintasi kendaraan berat. Meski demikian, pihak kelurahan masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari dinas terkait guna mengetahui penyebab pasti kerusakan konstruksi jalan tersebut.
“Jembatan di Jalan Honggowongso bukan untuk dilalui kendaraan kelas berat. Tapi kami juga tidak berani langsung menyimpulkan, hanya berdasarkan laporan dari warga,” jelasnya.
Dalam insiden tersebut, seorang pengendara sepeda motor dilaporkan terdampak dan sempat terjepit saat melintas di lokasi jembatan yang ambles. Korban kemudian dievakuasi warga dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Ada satu pengendara sepeda motor yang terdampak. Sudah dibawa ke rumah sakit terdekat. Cuman identitas dan kondisinya (korban) saya belum menerima updatenya,” katanya.
Sebelum kejadian ambles, talud di sisi jembatan diketahui sempat mengalami longsor dan telah mendapat penanganan dari dinas terkait. Saat ini pihak kelurahan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang memiliki kewenangan menangani kerusakan jembatan tersebut.
“Untuk penanganannya kami masih menunggu tim dari DPU karena yang memahami teknisnya mereka. Nanti akan ditentukan langkah penanganan selanjutnya seperti apa,” tandasnya.***