Iswar Dukung UMKM Jateng Tembus Eropa, IPEMI Siapkan Produk Unggulan

redaksi
11 Agu 2026 18:07
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Jawa Tengah mulai membuka jalan bagi produk UMKM lokal untuk menembus pasar Eropa. Belgia menjadi negara pertama yang dibidik sebagai pintu masuk produk UMKM Jateng ke pasar internasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui Forum Seminar dan Kurasi Produk UMKM yang digelar IPEMI Jateng bersama My Bumi di Hotel Front One HK Semarang, Selasa (11/8/2026).

Forum bertema Green Passport to Europe: Empowering Small Business for Sustainable Global Impact itu menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memahami peluang sekaligus persyaratan memasuki pasar Eropa.

Ketua IPEMI Jawa Tengah Hj. Lies Iswar Aminuddin mengatakan sedikitnya 80 produk UMKM di bawah binaan IPEMI Jateng telah memiliki peluang untuk dipasarkan di Belgia.

“Sebagai langkah awal kita membidik pasar Belgia. Diharapkan bisa menjadi pintu pembuka pasar negara-negara Eropa lainnya,” kata Lies.

Produk yang berpotensi dipasarkan cukup beragam. Mulai dari makanan ringan seperti coco chips, tomato chips dan rengginang, aneka jamu, hingga produk kerajinan seperti tas, topi, perlengkapan sofa dan kebutuhan perhotelan.

Lies mengatakan peluang tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan kemasan agar sesuai dengan standar pasar Eropa.

“Lewat forum ini bisa didapat peluang pasar yang bisa ditangkap oleh pelaku UMKM kita. Termasuk dengan standar yang diterapkan, tentunya kualitas produk kita juga harus menyesuaikan,” ujarnya.

CEO My Bumi Fatmi Woro Dwi Martanti mengatakan kemampuan UMKM menembus pasar ekspor tidak hanya ditentukan oleh produk yang dijual.

Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia, pola pikir bisnis, kepemimpinan, literasi bisnis, ketertelusuran rantai pasok, sertifikasi dan kepatuhan terhadap aturan menjadi bagian penting dalam kesiapan ekspor.

“Tahun 2026 menjadi waktu yang krusial bagi UMKM Indonesia untuk mempersiapkan diri sebelum perjanjian IEU-CEPA berlaku efektif,” kata Woro.

Sementara itu, Expert Export European Emmanuel Weitzel menjelaskan konsumen dan pembeli Eropa semakin memperhatikan asal produk, proses produksi serta dampaknya terhadap lingkungan.

Karena itu, pelaku UMKM perlu membangun sistem produksi yang transparan dan mampu menunjukkan ketertelusuran produk.

Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin mengapresiasi langkah IPEMI Jateng yang memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM.

Menurut Iswar, upaya membawa produk UMKM ke pasar internasional harus dilakukan dengan pendampingan yang konkret, bukan sekadar wacana.

“Sudah waktunya UMKM kita naik kelas. Kalau sekadar omon-omon, maka UMKM akan gitu-gitu saja. Kalau mau naik kelas, memang harus ada kegiatan edukasi dan pendampingan seperti ini,” ujar Iswar.

Ia berharap produk UMKM Jawa Tengah, termasuk dari Kota Semarang, mampu menembus pasar Eropa. Jika peluang tersebut berhasil dimanfaatkan, dampaknya dinilai tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di sekitar UMKM.(**)