Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menyelenggarakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan pembuatan pudding hias bekerja sama dengan Grisella Pudding, Sabtu (16/05/2026). (dok Istimewa)AKSARAKINI.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Semarang kembali menyelenggarakan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui pelatihan pembuatan pudding hias bekerja sama dengan Grisella Pudding, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Bidang Kegiatan Kerja Lapas Kelas I Semarang mulai pukul 08.30 WIB itu diikuti oleh 20 warga binaan. Pelatihan tersebut turut didampingi pejabat struktural dan staf bidang kegiatan kerja.
Dalam pelaksanaannya, instruktur dari Grisella Pudding memberikan pelatihan secara langsung kepada peserta, mulai dari proses mencampur bahan, teknik menuang adonan ke wadah, hingga tahap akhir berupa garnishing atau menghias pudding agar tampil menarik dan memiliki nilai jual.
Para warga binaan terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan. Mereka memperhatikan setiap tahapan yang diajarkan, mulai dari teknik dasar pembuatan hingga proses pengemasan produk untuk pemasaran.
Kepala Lapas Kelas I Semarang, Ahmad Tohari, mengatakan pelatihan keterampilan seperti ini menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang menitikberatkan pada perubahan sikap dan kemandirian warga binaan.
“Pelatihan ini bukan hanya mengajarkan cara membuat pudding, tetapi juga membangun kreativitas, kedisiplinan, dan semangat berwirausaha bagi warga binaan. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa menjadi bekal hidup setelah kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad Tohari.
Ia menambahkan, kerja sama dengan pihak ketiga merupakan langkah strategis untuk menghadirkan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus memiliki peluang pasar yang menjanjikan.
Dari hasil kegiatan tersebut, para peserta dinilai telah memahami proses pembuatan pudding hias, mulai dari mixing, pencetakan, packing, hingga tahap akhir berupa garnishing produk.
Pada akhir kegiatan, Ahmad Tohari berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini dapat dimanfaatkan secara nyata oleh warga binaan ketika kembali ke masyarakat, sehingga mereka mampu mandiri, produktif, dan memiliki kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.***