Kepala BKPP Kota Semarang, Joko Hartono. (dok Alan Henry)AKSARAKINI.COM — Kepala BKPP Kota Semarang, Joko Hartono, menegaskan bahwa proses seleksi terbuka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Semarang tahun 2026 berlangsung secara transparan dan bebas dari praktik suap maupun jual beli jabatan.
Hal tersebut disampaikan Joko usai rampungnya seluruh tahapan seleksi Sekda Kota Semarang yang dimulai sejak 20 Februari 2026.
“Alhamdulillah hari ini kita sudah menyelesaikan tahapan akhir seleksi terbuka Sekda Kota Semarang. Kita mulai seleksi itu pada tanggal 20 Februari 2026 yang lalu bahwa kita buka pendaftaran sangat terbuka,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan, seleksi dibuka untuk seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia, termasuk ASN kementerian. Bahkan peserta dari jabatan eselon III juga diperbolehkan mengikuti seleksi tersebut.
“Ada beberapa yang daftar namun hanya empat yang memenuhi syarat administratif,” katanya.
Joko menuturkan, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan hasilnya dipublikasikan kepada masyarakat. Tahapan pertama adalah penyusunan makalah mengenai peran Sekda dalam mewujudkan visi dan misi pentahelix Kota Semarang.
Menurutnya, proses penyusunan makalah dilakukan secara langsung di tempat tanpa diperbolehkan membawa catatan, alat elektronik, maupun pendamping.
“Kita hanya sediakan komputer kosong, tidak boleh bawa catatan, tidak boleh bawa asisten, tidak boleh bawa alat elektronik, hanya dengan tangan kosong saja. Dikasih waktu tiga jam untuk membuat makalah dan presentasinya,” jelasnya.
Seleksi tersebut dilakukan oleh panitia seleksi yang diketuai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno bersama sejumlah akademisi dan profesional lainnya.
Tahapan berikutnya adalah uji kompetensi yang dilaksanakan oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo atas rekomendasi dari Lembaga Administrasi Negara atau PKN.
“Kenapa memilih UNS tidak memilih UNDIP? Karena memang yang mendapatkan akreditasi dari PKN sebagai lembaga asesmen adalah UNS,” ungkap Joko.
Setelah uji kompetensi, panitia melanjutkan proses penelusuran rekam jejak para calon dengan melakukan wawancara kepada atasan, rekan kerja, hingga bawahan masing-masing peserta.
Bahkan, panitia seleksi juga melakukan penelusuran langsung ke Kota Malang untuk menggali informasi terkait Handi Priyanto tanpa sepengetahuannya.
“Pansel juga mendatangi ke Malang, ketemu dengan Pak Wali Kota Malang, ketemu dengan para kepala dinas Malang tanpa sepengetahuan Pak Handi. Secara silent kita bergerak,” katanya.
Tahapan terakhir berupa wawancara langsung terhadap empat calon Sekda oleh lima anggota panitia seleksi dalam ruangan tertutup.
“Selesai empat tahapan tadi, nilai direkap. Kemudian diberikan berita acara penandatanganan pansel dan akhirnya sesuai ketentuan diumumkanlah tiga besar,” jelasnya.
Joko menyebut Handi Priyanto memperoleh nilai tertinggi dibanding tiga kandidat lainnya berdasarkan hasil penilaian seluruh tahapan seleksi.
“Pak Handi ini berdasarkan penilaian dari pansel ada empat tahapan tadi nilainya yang paling tinggi dari empat calon,” ujarnya.
Menanggapi isu dugaan suap dalam proses seleksi Sekda, Joko membantah keras tudingan tersebut. Ia bahkan mengaku berani bersumpah bahwa proses seleksi berlangsung bersih tanpa praktik jual beli jabatan.
“Saya hari ini disumpah di bawah kitab suci, di bawah Quran, berani bahwa proses yang kami lakukan tidak ada yang namanya suap-menyuap, tidak ada namanya jual-beli, tidak ada namanya bayar-membayar sedikitpun,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumber maupun buktinya.
“Jangan mudah percaya dengan publikasi-publikasi yang tidak jelas sumbernya, tidak jelas narasumbernya, apalagi tanpa bukti,” tandasnya. ***