UNDIP Buka Laboratorium Kesehatan di Jepara, Gelar Skrining Anak dan Layanan Lansia

redaksi
11 Okt 2026 06:53
Daerah 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Universitas Diponegoro (UNDIP) meresmikan Pusat Pelayanan dan Pemberdayaan Usaha Kesehatan Masyarakat (P2UKM) sebagai Laboratorium Kedokteran Komunitas di Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Sabtu (10/10/2026).

Fasilitas ini menjadi bagian dari upaya UNDIP mengintegrasikan pendidikan kedokteran dengan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Jepara.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., mengatakan keberadaan laboratorium tersebut diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

“UNDIP menghadirkan dua hal penting, yakni pendidikan dan kesehatan. Keberadaan laboratorium ini diharapkan mampu mendukung peningkatan IPM di Kabupaten Jepara,” ujarnya.

Peresmian P2UKM tersebut dirangkaikan dengan peringatan Dies Natalis ke-65 Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP. Sejumlah kegiatan pelayanan kesehatan turut digelar, mulai dari Kelas Lansia “Eyang Kung n Ti”, pengobatan bagi warga lanjut usia, hingga skrining kesehatan anak usia sekolah dasar untuk mendeteksi masalah kesehatan sejak dini.

Selain dimanfaatkan untuk kegiatan pelayanan dan edukasi kesehatan masyarakat, Laboratorium Kedokteran Komunitas P2UKM juga difungsikan sebagai asrama serta tempat praktik lapangan bagi mahasiswa kedokteran UNDIP.

Dekan FK UNDIP, Prof. Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, Sp.B., Subsp.Onk(K), menjelaskan fasilitas tersebut dirancang sebagai model pendidikan kedokteran berbasis komunitas.

Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa diharapkan dapat memahami kondisi kesehatan masyarakat secara langsung, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, empati, dan kepekaan terhadap kebutuhan warga.

“Ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kolaborasi antara universitas, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mencetak calon dokter yang berempati dan peka terhadap kebutuhan lingkungan,” jelas Yan Wisnu.

Pendekatan pendidikan berbasis komunitas ini juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai faktor yang memengaruhi kesehatan, termasuk kondisi sosial dan lingkungan masyarakat.

Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kuliah atau fasilitas klinis, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan warga dan kegiatan pelayanan kesehatan di lapangan.

Kehadiran Laboratorium Kedokteran Komunitas P2UKM mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Jepara. Staf Ahli Pemkab Jepara, Arif Darmawan, S.Sos., M.H., menyampaikan terima kasih atas kontribusi berkelanjutan UNDIP dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya peningkatan kesehatan warga secara berkelanjutan.

Melalui pengoperasian P2UKM di Kecamatan Mlonggo, UNDIP berupaya menghadirkan ruang yang menghubungkan pendidikan kedokteran, praktik lapangan, dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan fasilitas ini diharapkan memberi manfaat bagi warga sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman memahami persoalan kesehatan di tingkat komunitas.(**)