Kolaborasi Telkom-Kemensos Perkuat Keterampilan Digital Generasi Muda

redaksi
30 Okt 2026 02:12
Berita 0
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memperkuat upaya pemerataan akses pendidikan berbasis teknologi melalui program Connect.in-Spirasi: Yogyakarta Chapter 2026. Kegiatan yang digelar di Sekolah Rakyat Terpadu Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 22–23 Oktober 2026 ini melibatkan 59 guru dan 537 siswa.

Berkolaborasi dengan Kementerian Sosial, Telkom menghadirkan serangkaian kegiatan untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi digital kepada para siswa. Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), Telkom memberikan pelatihan kepada para guru mengenai pemanfaatan platform pembelajaran digital PIJAR serta teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Pelatihan tersebut diharapkan membantu tenaga pendidik mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Penguatan kompetensi digital guru juga menjadi langkah penting agar pemanfaatan teknologi dapat diterapkan secara efektif dalam proses belajar-mengajar.

Direktur Utama Telkom, Nanang Hendarno, menyampaikan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam membuka peluang masa depan bagi anak-anak. Karena itu, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan perlu disertai peningkatan kemampuan guru dan pendampingan bagi siswa.

Selain menyasar tenaga pendidik, program ini menghadirkan kegiatan Telkom Mengajar yang diikuti 537 siswa Sekolah Rakyat. Materi pembelajaran disesuaikan dengan jenjang pendidikan masing-masing peserta.

Siswa tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) diperkenalkan pada konsep STEM, yang mencakup sains, teknologi, rekayasa, dan matematika. Pembelajaran ini dirancang untuk menumbuhkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta pemahaman terhadap penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, siswa sekolah menengah atas (SMA) mendapatkan materi Digital Awareness untuk membangun pemahaman mengenai penggunaan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.

Untuk menunjang kegiatan belajar, TelkomGroup turut menyalurkan sejumlah dukungan, antara lain buku bacaan, perlengkapan sekolah, perangkat pembelajaran bagi guru, voucher Telkomsel, paket pembelajaran STEM, serta konektivitas internet Indibiz.

Ekosistem pendidikan digital juga diperkuat melalui pemanfaatan platform PIJAR. Selain itu, kegiatan ini menerapkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pembagian tas suvenir ramah lingkungan yang dibuat dengan mendaur ulang material dari TESA Dropbox.

Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu sekolah mengoptimalkan proses pembelajaran, baik melalui penyediaan sarana pendidikan maupun pemanfaatan teknologi digital.

Melalui Connect.in-Spirasi, Telkom dan Kementerian Sosial berharap semakin banyak siswa memperoleh akses terhadap pendidikan berkualitas, keterampilan digital, serta kepercayaan diri untuk menghadapi tantangan masa depan.

Program ini sekaligus menegaskan komitmen Telkom dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui penguatan kapasitas pendidik, pemanfaatan teknologi, dan kolaborasi lintas sektor.

Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan tidak hanya menjadi sarana pendukung pembelajaran, tetapi juga membuka kesempatan yang lebih luas bagi siswa Sekolah Rakyat untuk berkembang dan berpartisipasi dalam ekosistem digital.(**)