Kinerja Pembiayaan BCA Syariah Meningkat, KPR dan Kendaraan Tumbuh Positif

redaksi
29 Okt 2026 08:30
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM — PT Bank BCA Syariah mencatat pertumbuhan pembiayaan konsumer pada sektor kepemilikan rumah dan kendaraan bermotor hingga Agustus 2026. Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tumbuh 24,17 persen menjadi Rp1,784 triliun, sedangkan pembiayaan kendaraan bermotor meningkat 32,59 persen menjadi Rp78 miliar.

Kinerja tersebut menunjukkan perkembangan pembiayaan konsumer BCA Syariah di tengah kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan untuk kepemilikan aset jangka panjang.

Berdasarkan data perusahaan, pembiayaan KPR menjadi salah satu kontributor penting dengan nilai mencapai Rp1.784 miliar hingga Agustus 2026. Pertumbuhan ini mencerminkan perkembangan penyaluran pembiayaan rumah melalui layanan perbankan syariah.

Sementara itu, pembiayaan kendaraan bermotor mencatat pertumbuhan lebih tinggi secara persentase, yakni 32,59 persen, dengan nilai pembiayaan mencapai Rp78 miliar.

Pertumbuhan pembiayaan KPR BCA Syariah sebesar 24,17 persen menunjukkan perkembangan layanan pembiayaan rumah bagi masyarakat.

Melalui skema pembiayaan berbasis prinsip syariah, nasabah dapat memperoleh alternatif pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan kepemilikan rumah sesuai akad dan ketentuan yang disepakati.

Kejelasan akad, struktur pembayaran, serta kesesuaian pembiayaan dengan kemampuan keuangan menjadi aspek yang perlu diperhatikan calon nasabah sebelum mengambil fasilitas KPR.

Di tengah kebutuhan hunian yang terus berkembang, pembiayaan rumah melalui perbankan syariah menjadi salah satu pilihan yang dapat dipertimbangkan masyarakat dalam merencanakan kepemilikan properti jangka panjang.

Selain sektor perumahan, pembiayaan kendaraan bermotor BCA Syariah juga mencatat pertumbuhan sebesar 32,59 persen hingga Agustus 2026, dengan nilai mencapai Rp78 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan perkembangan pembiayaan kendaraan dalam portofolio konsumer perseroan.

Pembiayaan kendaraan berbasis syariah memberikan alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan fasilitas untuk memiliki kendaraan dengan skema sesuai prinsip syariah dan ketentuan akad yang berlaku.

Calon nasabah tetap perlu memperhitungkan uang muka, angsuran, biaya terkait, serta kemampuan membayar sebelum mengajukan pembiayaan.

Pertumbuhan pada sektor KPR dan kendaraan bermotor menjadi bagian dari perkembangan bisnis pembiayaan konsumer BCA Syariah.

Ke depan, perusahaan menyatakan akan terus menyempurnakan layanan agar proses pengajuan pembiayaan menjadi lebih cepat dan sesuai dengan prinsip syariah.

Pengembangan layanan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat dalam memperoleh pembiayaan untuk kepemilikan rumah maupun kendaraan bermotor.

Dengan tetap memperhatikan kemampuan finansial dan ketentuan pembiayaan, masyarakat dapat mempertimbangkan berbagai alternatif pembiayaan syariah untuk mendukung perencanaan keuangan jangka panjang.(**)