
AKSARAKINI.COM – PT KAI Daop 4 Semarang memperkuat kesiapan layanan perjalanan kereta api menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir pekan. Dalam periode 4–6 September 2026, sebanyak 129.512 pelanggan tercatat menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 4 Semarang.
Jumlah tersebut mengalami pertumbuhan sekitar 5 persen dibandingkan periode 28–30 Agustus 2026 yang mencapai 123.363 pelanggan.
Dari total tersebut, sebanyak 65.856 pelanggan tercatat berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sedangkan 63.656 pelanggan lainnya merupakan pelanggan yang tiba.
Peningkatan aktivitas perjalanan terjadi di tengah dinamika transportasi akibat penyesuaian operasional sejumlah moda transportasi menyusul sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
KAI Daop 4 Semarang mencatat mobilitas masyarakat didominasi perjalanan di jalur utara Jawa. Arus perjalanan bergerak menuju wilayah barat, terutama Jakarta dan Bandung, serta ke arah timur menuju Surabaya.
Stasiun Semarang Tawang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi selama periode tersebut. Total pelanggan yang dilayani mencapai 42.112 orang, terdiri atas 21.597 pelanggan berangkat dan 20.515 pelanggan datang.
Posisi berikutnya ditempati Stasiun Semarang Poncol dengan 30.207 pelanggan. Kemudian Stasiun Tegal sebanyak 16.250 pelanggan, Stasiun Pekalongan 11.545 pelanggan, dan Stasiun Cepu 6.076 pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Luqman Arif mengatakan, peningkatan volume perjalanan menjadi perhatian KAI dalam menjaga ketersediaan layanan dan kelancaran mobilitas masyarakat.
Untuk mengantisipasi kebutuhan perjalanan, khususnya menuju Jakarta, KAI Daop 4 Semarang mulai mengoperasikan KA tambahan relasi Semarang Tawang–Gambir sejak Minggu (6/9/2026). KA tambahan tersebut menyediakan 570 tempat duduk.
Pada Senin (7/9/2026), penambahan kapasitas juga dilakukan melalui perubahan susunan rangkaian sejumlah KA yang beroperasi maupun melintas di wilayah Daop 4 Semarang.
KA Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi PP menggunakan sembilan kereta eksekutif. KA Gumarang relasi Pasarsenen–Surabaya Pasarturi PP terdiri dari empat kereta eksekutif dan tujuh kereta ekonomi.
Sementara itu, KA Gunung Jati relasi Gambir–Semarang Tawang PP menggunakan lima kereta eksekutif dan lima kereta ekonomi. Penambahan susunan rangkaian juga diberlakukan pada KA Tegal Bahari relasi Pasarsenen–Tegal PP.
“KAI Daop 4 Semarang terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan mobilitas masyarakat. Penambahan kapasitas rangkaian merupakan komitmen nyata kami untuk memastikan ketersediaan kursi serta kelancaran perjalanan masyarakat,” kata Luqman.
Selain menambah kapasitas, aspek keselamatan operasional juga menjadi perhatian. KAI memastikan seluruh jalur rel di wilayah Daop 4 Semarang berada dalam kondisi aman dan terkendali.
Petugas pemeriksa jalur, unit sinyal dan telekomunikasi, serta teknisi sarana disiagakan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan sistem persinyalan dan sistem pendingin udara kereta tetap berfungsi dengan baik serta tidak terganggu debu vulkanik.
KAI mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk merencanakan keberangkatan dengan baik dan memesan tiket melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal resmi KAI lainnya.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api. Dalam setiap perjalanan, KAI senantiasa menempatkan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan sebagai prioritas tertinggi,” pungkas Luqman. (**)