Luthfi Melayat ke Rumah Duka Mozza, Janji Kawal Penanganan Kasus hingga Tuntas

redaksi
7 Sep 2026 06:19
Daerah 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mendatangi rumah duka almarhumah Mozza Axillia Gunarsa (18) di Bergas, Kabupaten Semarang, Minggu (6/9/2026).

Kedatangan Luthfi untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moral kepada keluarga Mozza yang tengah berduka setelah putri mereka ditemukan meninggal dunia di wilayah Jangli, Kota Semarang.

Luthfi menyampaikan rasa duka secara langsung kepada kedua orangtua Mozza, Singgih Datya Gunarsa dan Defita Riana. Ia berharap keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

“Saya menyampaikan belasungkawa, semoga husnul khotimah. Semoga Bapak, Ibu, dan adik dikuatkan dan diberikan ketabahan,” kata Luthfi.

Dalam pertemuan tersebut, Luthfi juga berdialog dengan keluarga mengenai rangkaian peristiwa yang dialami Mozza. Pembicaraan mencakup kronologi awal korban dinyatakan hilang, proses pencarian, hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Menurut Luthfi, kasus tersebut harus menjadi perhatian dan pelajaran bersama. Tidak hanya bagi keluarga dan masyarakat, tetapi juga bagi aparat penegak hukum agar proses penanganannya dapat berjalan sesuai ketentuan.

Luthfi menegaskan akan berkoordinasi dengan kepolisian untuk membantu mengawal proses penanganan kasus tersebut. Ia berharap proses hukum dapat berlangsung secara cepat dan tuntas.

“Kami akan membantu mengawal penanganan kasus ini dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian agar prosesnya segera ditangani secara tuntas. Peristiwa ini hendaknya dijadikan pelajaran untuk kita semua, juga untuk para orangtua,” ujarnya.

Sementara itu, Singgih Datya Gunarsa mengapresiasi kedatangan Gubernur Jawa Tengah ke rumah duka. Menurutnya, perhatian dan dukungan yang diberikan Luthfi memiliki arti penting bagi keluarga di tengah suasana kehilangan.

Singgih juga berharap pemerintah dapat membantu mengawal proses hukum melalui koordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan. Ia menginginkan proses hukum terhadap pihak yang diduga bertanggung jawab atas kematian putrinya berjalan secara adil.

“Terima kasih kepada Pak Gubernur atas ucapan belasungkawa dan dukungannya. Saya harap keadilan yang sebenar-benarnya untuk putri kami, saya harap tidak ada keringanan bagi tersangka,” tutur Singgih.

Di hadapan Luthfi, Singgih turut menceritakan harapan besar keluarga terhadap Mozza. Putri sulungnya itu diketahui telah dinyatakan diterima di Universitas Diponegoro setelah mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Namun, kabar tersebut tidak sempat diketahui Mozza. Ia dinyatakan hilang pada Juni 2025, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada September 2026.

Bagi keluarga, perjalanan tersebut menjadi duka yang mendalam sekaligus menyisakan harapan agar keadilan bagi Mozza dapat ditegakkan melalui proses hukum yang berjalan secara tuntas. (**)