Hardiknas 2026 Semarang, SPMB Online Diluncurkan dengan Sistem Transparan

Alan Henry
18 Mei 2026 20:12
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Kota Semarang memperingati puncak Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan meluncurkan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) online yang disebut lebih transparan, adil, dan berpihak pada masyarakat kurang mampu.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (18/5/2026) di Teater Liem Liang Peng, Sekolah Nasional Karangturi, Kota Semarang tersebut juga disertai penandatanganan pakta integritas oleh pihak terkait dalam pelaksanaan SPMB 2026.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dr H Mohammad Ahsan, menegaskan bahwa pelaksanaan SPMB tahun ini akan dijalankan sesuai aturan tanpa adanya jalur tambahan di luar ketentuan resmi.

“Pada hari ini kami memperingati puncak Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 sekaligus launching SPMB tahun 2026 dan penandatanganan fakta integritas bahwa SPMB nanti dilaksanakan secara transparan, adil, akuntabel, dan tanpa diskriminasi,” ujarnya.

Ahsan menekankan bahwa penerimaan murid baru hanya dilakukan melalui empat jalur resmi sesuai aturan yang berlaku.

“Jalurnya ya ada empat jalur itu saja, tidak ada jalur yang lain. Pokoknya semua berjalan sesuai dengan ketentuan,” tegasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan Kota Semarang juga mengintegrasikan program sekolah swasta gratis ke dalam sistem SPMB online tahun 2026. Kebijakan itu dilakukan untuk memperkuat afirmasi pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Ahsan, sistem tersebut dirancang agar siswa dari keluarga prasejahtera tetap memperoleh akses pendidikan gratis, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Tahun 2026 ini kami integrasikan di sistem SPMB online dalam rangka memberikan penguatan afirmasi kepada anak-anak dari kalangan keluarga kurang mampu, sehingga kami ingin memastikan mereka mendapatkan layanan pendidikan gratis,” katanya.

Ia menjelaskan masyarakat kini tidak perlu lagi mencari informasi sekolah swasta gratis secara manual maupun datang langsung ke sekolah karena seluruh pilihan sekolah gratis sudah tersedia di dalam sistem online SPMB.

“Anak-anak dari keluarga tidak mampu bisa diterima di sekolah negeri yang memang gratis atau diterima di sekolah swasta gratis. Semua dilakukan secara sistem online,” imbuhnya.

Melalui integrasi tersebut, Pemerintah Kota Semarang berharap proses penerimaan peserta didik baru tahun 2026 menjadi lebih mudah diakses masyarakat sekaligus mampu meminimalisasi potensi diskriminasi maupun kecurangan dalam proses seleksi.***