Inilah Gebrakan Nanik S Deyang, Kepala BGN yang Baru

redaksi
6 Jun 2026 13:27
Berita 0
2 menit membaca

AKSARAKINI.COM, – Badan Gizi Nasional (BGN) sudah memiliki pemimpin baru. Usai poncopotan sekaligus penahanan eks Kepala BGN Dadan Hindayana, kini BGN dibawah Nanik S Deyang langsung melakukan pembenahan tata kelola melalui beberapa gebrakan baru.

Diantaranya kata Nanik Deyang, pihaknya kini tidak mengejar kuantitas dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menjelaskan, alokasi untuk sekolah yang tidak membutuhkan MBG akan dialihkan ke sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Tahun 2026 ini mohon Bapak, kami tidak mengejar kuantitas. kami akan perbaiki kualitas. Sehingga kami tidak akan mengejar ke 82 juta, tapi bagaimana dapur-dapur ini sehat, memberikan yang, eh, bergizi, ya,” ucapnya pada konferensi pers perdana sebagai Kepala BGN di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

“Lalu refocusing. Misalnya nanti akan, kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal, gitu, akan kita tanya, apakah masih perlu MBG? Nah, ini yang kita alihkan ke 3T,” sambung Nanik.

Menyasar 3T, Ibu Hamil-Menyusui, dan Balita

Selain ke wilayah 3T, Nanti juga mengatakan MBG akan difokuskan ke ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B).

“Sekarang kita fokuskan ke 3T dan terutama untuk 3B. Setelah kita diskusi bersama para pakar, intervensi gizi itu memang paling bagus adalah saat mulai kandungan bulan pertama sampai usia sembilan tahun atau sekolah dasar (SD). Nah, kita sekarang mengejar ke sana,” bebernya.

Ia mengatakan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak melayani sasaran MBG 3B akan ditangguhkan.

Fokus Pembangunan SPPG di 3T

Nanik juga menyampaikan bahwa BGN akan memfokuskan pembangunan SPPG di wilayah 3T.

“Jadi kami beresi dulu, karena jujur sekarang yang menumpuk ini di aglomerasi, yang 3T belum kesentuh. Jadi, Pak Presiden pesannya kami harus ke 3T dulu,” katanya.

Pemangkasan Anggaran MBG

Secara terpisah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pihaknya tetap fokus berupaya mengefisiensikan MBG usai penahanan eks Kepala BGN Dadan Hindayana.

“Angkanya sekarang kan (sekitar) Rp 260 triliun, akan berkurang kan? Karena ada pemotongan hari dan segala macam,” ucapnya di Kompleks Parlemen, pada Rabu (3/6/2026).

Sebelumnya, Purbaya mengatakan pemerintah memangkas pagu program MBG pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dari Rp 335 triliun menjadi Rp 268 triliun.

Hingga 30 April 2026, realisasi penyaluran anggaran MBG sebesar Rp 75 triliun, untuk R61,96 juta penerima manfaat dan 27.952 SPPG.(**)