
AKSARAKINI.COM, – Group band asal ibukota Slank meyakini rilisan fisik musik masih memiliki tempat di hati para penggemar. Demikian diungkapkan Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim, di Jakarta Selatan, belum lama ini. Menurutnya, peminat rilisan fisik saat ini tidak hanya datang dari generasi yang tumbuh bersama kaset dan CD.
Belakangan ini kata Bimbin, semakin banyak anak muda dari kalangan Generasi Z hingga Generasi Alpha yang mulai tertarik menelusuri skena musik era sebelumnya, termasuk berburu kaset dan CD dari musisi favorit mereka.
“Rilisan fisik itu sekarang jadi collectible item,” kata Bimbim, yang merupakan pentolan group band terkenal, Slank.
Ia juga mengatakan keberadaan rilisan fisik tetap penting karena menjadi simbol eksistensi sebuah karya sekaligus dapat dijadikan koleksi atau kenang-kenangan bagi para penggemar. Di sisi lain, rilisan fisik juga memiliki nilai tambah sebagai barang koleksi karena harganya cenderung meningkat seiring waktu.
Selain memiliki nilai sentimental, Bimbim juga menyoroti potensi nilai koleksi dari rilisan fisik. Menurutnya, harga kaset dan CD lawas terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Contohnya, kaset yang dulu dibeli dengan harga sekitar Rp6.000 kini bisa memiliki nilai jual hingga ratusan ribu rupiah, bahkan mencapai sekitar Rp100.000 atau lebih.
Oleh karenanya, Bimbim menambahkan, Slank merilis album studio ke-26 bertajuk Republik Fufufafa. Album yang berisi 10 lagu ini tidak hanya tersedia di berbagai platform musik digital, namun juga diproduksi dalam format fisik untuk para kolektor dan penggemar, mulai dari CD, kaset, hingga piringan hitam (vinyl).
“Sebagai alternatif bagi pendengar yang ingin mendengarkan musik secara konvensional. Karena kami yakin rilisan musik fisik masih dicari dan dikoleksi,” katanya.
Slank memberikan sentuhan berbeda pada setiap format rilisan fisik. CD, kaset, dan vinyl masing-masing hadir dengan desain sampul yang tidak sama, sehingga setiap versi memiliki keunikan dan daya tarik tersendiri bagi para penggemar maupun kolektor,”
Lebih lanjut Bimbim menambahkan, album terbaru Slank ini jumlah rilisan fisiknya akan diproduksi dalam jumlah terbatas. Menurutnya, jumlah cetakannya kemungkinan hanya mencapai ratusan keping dan belum sampai menyentuh angka ribuan.(rd)