BEI Gandeng Kementerian UMKM, Buka Jalan Usaha Menengah Akses Pasar Modal

redaksi
4 Nov 2026 08:43
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) memperluas pendampingan bagi usaha menengah agar mampu berkembang menjadi perusahaan profesional dan memiliki akses pendanaan melalui pasar modal. Upaya tersebut diwujudkan melalui peluncuran program Go Public Academy for SMEs di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (2/11/2026).

Program ini dikembangkan melalui kolaborasi BEI dengan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Surveyor Indonesia, serta perguruan tinggi, termasuk Universitas Indonesia. Inisiatif tersebut dirancang untuk memberikan edukasi, peningkatan kapasitas, dan pendampingan kepada perusahaan yang ingin mengenal pasar modal sekaligus mempersiapkan diri menuju penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO).

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pengembangan ekosistem perusahaan menuju pasar modal tidak cukup hanya dengan memperkenalkan mekanisme pencatatan saham. Perusahaan juga perlu memperkuat fundamental bisnis, tata kelola, transparansi, dan manajemen risiko sebelum menjadi perusahaan terbuka.

Sekretaris Kementerian UMKM Loto Srinaita Ginting menyampaikan bahwa usaha menengah memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara ekonomi rakyat dan industri berskala besar. Untuk berkembang secara berkelanjutan, pelaku usaha membutuhkan lebih dari sekadar tambahan modal.

Kesiapan struktur pendanaan, profesionalisme pengelolaan, transparansi, serta kemampuan mengelola risiko menjadi aspek penting agar perusahaan dapat tumbuh dan bersaing.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman menjelaskan, Go Public Academy for SMEs merupakan bagian dari strategi jangka panjang RISE to IPO. Program tersebut memiliki empat tahapan, yakni Reach, Inspire, Support, dan Elevate.

Sejak 2025 hingga 2026, rangkaian kegiatan RISE to IPO telah menjangkau 281 perusahaan di lima kota, yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Makassar, dan Bandung.

Dari rangkaian kegiatan di Jakarta dan Semarang, sebanyak 23 perusahaan telah dikurasi untuk mengikuti pendampingan lanjutan melalui Intensive Coaching Clinic yang diselenggarakan pada Februari 2026.

Go Public Academy for SMEs kemudian dikembangkan dengan tujuh tahapan pembinaan. Materinya mencakup pengenalan pasar modal, penguatan kesiapan korporasi dan keuangan, persiapan IPO, hingga peningkatan daya saing perusahaan agar mampu berkembang di tingkat nasional maupun global.

Dalam pelaksanaannya, BEI juga menggandeng PT Surveyor Indonesia untuk memperkuat proses verifikasi dan validasi informasi perusahaan. Penilaian tidak hanya mencakup aspek keuangan, tetapi juga informasi nonkeuangan, tata kelola, lingkungan, sosial, dan keberlanjutan.

Melalui kolaborasi tersebut, perusahaan diharapkan dapat membangun sistem pengelolaan yang lebih transparan dan profesional. Kesiapan menjadi perusahaan terbuka juga diharapkan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan persyaratan IPO, tetapi menjadi bagian dari penguatan bisnis jangka panjang.

BEI dan Kementerian UMKM berharap Go Public Academy for SMEs dapat memperluas pemanfaatan pasar modal sebagai alternatif pembiayaan bagi usaha menengah. Dengan pembinaan bertahap, semakin banyak perusahaan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas, memperkuat tata kelola, dan memiliki daya saing lebih luas.(**)