Musim Kemarau, Wali Kota Agustina Perluas Penyiraman Otomatis untuk Rawat Taman Kota

redaksi
21 Agu 2026 17:52
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM – Pemerintah Kota Semarang mulai mengandalkan teknologi untuk menjaga kondisi taman kota tetap hijau di tengah musim kemarau. Melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), sistem penyiraman otomatis berbasis timer diterapkan di sejumlah taman aktif.

Inovasi tersebut didorong langsung Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pemeliharaan ruang terbuka hijau sekaligus menghadirkan fasilitas publik yang nyaman bagi warga.

Menurut Agustina, musim kemarau menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga tanaman di taman kota. Kebutuhan air meningkat sehingga diperlukan pola perawatan yang lebih efektif dan terukur.

“Musim kemarau membuat kebutuhan perawatan taman menjadi lebih besar. Kita perlu memastikan taman-taman kota tetap terawat dan nyaman. Karena itu, pemanfaatan teknologi seperti sistem penyiraman otomatis perlu terus dikembangkan,” ujar Agustina, Jumat (21/8/2026).

Kurangi Ketergantungan pada Mobil Tangki

Sistem penyiraman otomatis memungkinkan tanaman mendapatkan air sesuai jadwal dan durasi yang telah ditentukan. Cara ini diharapkan dapat mengurangi persoalan penyiraman yang selama ini masih mengandalkan mobil tangki.

Mobilitas armada tangki dapat terkendala kondisi lalu lintas. Akibatnya, waktu penyiraman tanaman berpotensi mengalami keterlambatan.

Kepala Disperkim Kota Semarang Murni Ediati atau Pipie mengatakan penggunaan timer membuat proses penyiraman lebih teratur dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan setiap taman.

“Dengan sistem timer, penyiraman berjalan otomatis sesuai jadwal. Tanaman mendapatkan air tepat waktu tanpa khawatir terkendala keterlambatan armada tangki di perjalanan,” jelas Pipie.

Delapan Taman Masuk Skema Penyiraman Otomatis

Hingga saat ini, terdapat lima taman yang telah menjalankan sistem penyiraman otomatis secara penuh. Lokasinya meliputi Lapangan Pancasila Simpang Lima, Taman Tugu Muda, Taman Diponegoro, Taman Citra Satwa, dan Taman Imam Barjo.

Pengembangan sistem juga terus dilakukan. Pada 2026, Disperkim melakukan instalasi penyiraman otomatis di Taman Kalibanteng, Taman Madukoro, dan Taman Parikesit.

Pipie mengatakan penerapan sistem tersebut dilakukan secara bertahap dengan sasaran seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif di Semarang.

“Target kami, sistem penyiraman otomatis ini diterapkan secara bertahap di seluruh pilar taman pusat kota dan taman aktif. Ini bentuk modernisasi pemeliharaan ruang hijau kita,” katanya.

Meski proses penyiraman dapat berjalan otomatis, keberadaan sumber air, pompa, sensor, dan jaringan penyiraman tetap menjadi faktor penting. Pemeliharaan secara berkala juga diperlukan agar sistem dapat berfungsi optimal.

Dukung Konsep Smart Park

Agustina menyebut penerapan teknologi penyiraman otomatis sejalan dengan konsep Smart Park sebagai bagian dari pengembangan Smart City Kota Semarang.

Pemanfaatan teknologi, kata dia, bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi harus memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi dalam pengelolaan fasilitas publik.

“Pemanfaatan teknologi harus menjawab kebutuhan di lapangan. Taman kota harus tetap terawat dan nyaman digunakan masyarakat, sekalipun kita menghadapi musim kemarau,” tegasnya.

Di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan dukungan masyarakat agar keberadaan taman kota tetap terjaga. Warga diimbau turut merawat fasilitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak tanaman maupun sarana taman.

“Teknologi membantu pemerintah merawat kota, tetapi keberlanjutannya butuh kepedulian bersama. Mari kita jaga taman-taman ini agar tetap asri, sejuk, dan nyaman untuk kita semua,” pungkas Agustina.(**)