
AKSARAKINI.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat proses validasi data penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah menemukan sekitar 6 juta data ganda dalam basis data calon penerima manfaat. Langkah ini dilakukan agar penyaluran program unggulan pemerintah berlangsung lebih akurat dan tepat sasaran.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan temuan tersebut merupakan hasil pencocokan data dari berbagai kementerian yang selama ini memiliki basis data masing-masing.
“Kami menemukan sekitar enam juta data yang terindikasi ganda dan saat ini sedang dilakukan penyisiran agar setiap penerima hanya tercatat satu kali,” kata Sudaryono di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sudaryono menjelaskan, data ganda terjadi karena satu orang dapat masuk ke dalam lebih dari satu sistem administrasi pemerintah.
Sebagai contoh, seorang siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang juga tinggal di pondok pesantren dapat tercatat sebagai peserta didik di Kemendikdasmen sekaligus sebagai santri dalam data Kementerian Agama.
“Kondisi seperti itu yang kami rapikan supaya tidak ada penerima manfaat yang dihitung dua kali,” ujarnya.
Sinkronisasi Libatkan Banyak Kementerian
Untuk memastikan akurasi data, BGN bekerja sama dengan sejumlah kementerian, antara lain Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, Kementerian Kesehatan, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, serta kementerian terkait lainnya.
Integrasi data dilakukan agar seluruh sistem dapat saling terhubung dan menghasilkan satu basis data nasional penerima Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Sudaryono, sinkronisasi lintas kementerian menjadi kunci agar pelaksanaan MBG tidak mengalami tumpang tindih penerima.
Dari hasil pemutakhiran sementara, pemerintah berhasil menghapus 4.864.467 data ganda peserta didik. Selain itu, 845.660 data guru dan tenaga kependidikan yang terindikasi ganda juga telah dibersihkan.
Setelah proses validasi, jumlah penerima manfaat yang dinyatakan valid mencapai 42.847.940 siswa dan 3.351.568 guru serta tenaga kependidikan.
Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional.
BGN menegaskan proses pembersihan data merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis agar bantuan benar-benar diterima oleh penerima yang berhak.
Dengan basis data yang lebih akurat, pemerintah berharap pelaksanaan MBG berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu mendukung peningkatan gizi jutaan pelajar di seluruh Indonesia.(**)