
AKSARAKINI.COM – Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Tengah berharap Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, memprioritaskan penyelesaian program kerja di tingkat wilayah sebelum mempertimbangkan maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Harapan tersebut muncul karena masih terdapat sejumlah agenda strategis PWNU Jawa Tengah yang dinilai perlu dituntaskan, mulai dari penguatan pendidikan, konsolidasi organisasi, peningkatan pelayanan kepada warga NU, hingga realisasi berbagai program yang sebelumnya disampaikan saat Gus Rozin mencalonkan diri sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah.
Menurut para kiai, memimpin PWNU Jawa Tengah merupakan amanah besar mengingat provinsi ini memiliki jumlah warga NU, pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta struktur organisasi yang sangat besar. Karena itu, keberhasilan menyelesaikan program di tingkat wilayah dinilai menjadi tolok ukur kepemimpinan sebelum mengemban tanggung jawab yang lebih luas di tingkat nasional.
Kiai muda NU asal Sirampog, Benda, Brebes, K.H. Akomadhien Shofa, mengatakan Gus Rozin memiliki kapasitas dan peluang besar untuk berkiprah lebih luas di lingkungan NU. Namun, ia menilai penyelesaian amanah sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah harus menjadi prioritas.
“Gus Rozin memiliki kapasitas dan masa depan yang panjang di NU. Namun, sebaiknya amanah sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah dituntaskan terlebih dahulu. Menyelesaikan amanah yang sedang diemban adalah prioritas. Masih banyak program yang perlu diwujudkan dan dirasakan manfaatnya oleh PCNU, pesantren, lembaga pendidikan, serta warga NU,” ujarnya dalam Sarasehan Kiai Kampung di Pondok Pesantren Wali, Tuntang, Sabtu (25/7/2026).
Para kiai menegaskan, harapan tersebut bukan dimaksudkan untuk menghalangi hak Gus Rozin apabila nantinya mengikuti proses pencalonan Ketua Umum PBNU. Sebaliknya, pandangan itu merupakan bentuk kepedulian agar setiap amanah organisasi dijalankan secara tuntas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada warga Nahdlatul Ulama.
Mereka juga menilai kualitas kepemimpinan tidak hanya diukur dari besarnya dukungan atau menguatnya wacana pencalonan. Rekam jejak dalam menyelesaikan program organisasi, menjaga soliditas kepengurusan, serta memenuhi komitmen kepada warga NU dinilai menjadi indikator penting dalam menilai kesiapan seorang calon pemimpin PBNU.
Senada dengan itu, Gus Anis Maftukhin mengingatkan agar perhatian organisasi tidak terpecah sebelum agenda di tingkat wilayah benar-benar terselesaikan.
“Jangan sampai pekerjaan di Jawa Tengah belum selesai, tetapi perhatian sudah beralih ke tingkat pusat. Menuntaskan amanah di PWNU justru akan menjadi bukti kepemimpinan dan modal penting bagi Gus Rozin pada masa mendatang,” katanya.
Hingga berita ini diterbitkan, Gus Rozin maupun PWNU Jawa Tengah belum memberikan tanggapan terkait harapan para kiai tersebut. Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi mengenai perkembangan pelaksanaan program PWNU Jawa Tengah serta sikap Gus Rozin terkait wacana pencalonannya sebagai Ketua Umum PBNU.(**)