Semarang Sabet Juara Umum Peparpeda Jateng 2026, Agustina Tekankan Pentingnya Kesetaraan

redaksi
25 Agu 2026 11:12
3 menit membaca

AKSARAKINI.COM — Prestasi membanggakan ditorehkan kontingen National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Semarang pada Pekan Paralimpiade Pelajar Daerah (Peparpeda) Jawa Tengah 2026.

Bertanding di Surakarta pada 21–23 Agustus 2026, kontingen Semarang berhasil keluar sebagai juara umum Peparpeda Jateng 2026 setelah mengoleksi tujuh medali emas, empat perak, dan lima perunggu.

Hasil tersebut sekaligus menghentikan dominasi Kota Surakarta yang sebelumnya menjadi juara umum selama empat kali berturut-turut.

Sebanyak 25 atlet pelajar Semarang diturunkan dalam empat cabang olahraga, yakni para atletik, para tenis meja, para bulutangkis, dan para renang.

Capaian tersebut juga menjadi bukti hasil pembinaan atlet disabilitas yang dilakukan secara berkelanjutan oleh NPCI Kota Semarang bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Semarang.

Enam Bulan Persiapan

Ketua NPCI Kota Semarang, Nur Solikin, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses latihan yang dilakukan secara konsisten.

Selama hampir enam bulan, para atlet menjalani latihan rutin tiga kali dalam sepekan sebagai persiapan menghadapi Peparpeda Jateng 2026.

“Hasil juara umum atau juara satu tersebut cukup membuktikan bahwa proses pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan oleh NPCI, yang juga dipandu oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, cukup berhasil,” ujar Nur.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi motivasi bagi NPCI Kota Semarang untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan atlet pelajar penyandang disabilitas.

Agustina Apresiasi Atlet Semarang

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng turut memberikan apresiasi atas perjuangan para atlet yang berhasil membawa pulang gelar juara umum.

Apresiasi juga diberikan kepada pelatih, pendamping, keluarga atlet, NPCI, Dispora, serta seluruh pihak yang memberikan dukungan selama proses persiapan hingga pertandingan.

Agustina menilai keberhasilan tersebut bukan sekadar pencapaian di bidang olahraga. Lebih jauh, prestasi itu menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kemampuan yang sama untuk berkembang apabila diberikan ruang dan kesempatan.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi ketika mendapat ruang, dukungan, dan kesempatan yang sama,” kata Agustina.

Ia berharap keberhasilan para atlet Semarang dapat menjadi inspirasi bagi anak-anak penyandang disabilitas lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan berani mengejar cita-cita.

Komitmen Kota Inklusif

Pemkot Semarang terus mendorong terciptanya lingkungan yang memberikan kesempatan setara bagi penyandang disabilitas.

Selain melalui pembinaan olahraga, komitmen tersebut diwujudkan dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan sosial.

Pada sektor pendidikan, Pemkot Semarang menyediakan jalur afirmasi bagi penyandang disabilitas dalam Pra-SPMB 2026.

Sementara melalui Rumah Inspirasi, Pemkot menyediakan ruang dukungan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan potensi sekaligus meningkatkan partisipasi dalam kehidupan sosial.

Kebijakan tersebut diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk belajar, berkarya, mandiri, dan berprestasi.

Bersiap Jadi Tuan Rumah Peparprov

Usai sukses meraih juara umum Peparpeda Jateng 2026, NPCI Kota Semarang kini mulai mengarahkan perhatian pada agenda berikutnya, yakni Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jawa Tengah 2026.

Peparprov Jateng dijadwalkan berlangsung di Kota Semarang pada November 2026 dan akan melibatkan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Selain mempersiapkan atlet untuk menghadapi persaingan, Kota Semarang juga memiliki tanggung jawab sebagai tuan rumah untuk memastikan pelaksanaan Peparprov berlangsung ramah dan aksesibel bagi penyandang disabilitas.

Prestasi di Peparpeda Jateng 2026 menjadi modal positif bagi Semarang untuk melanjutkan pembinaan sekaligus menunjukkan bahwa olahraga dapat menjadi salah satu ruang penting untuk mewujudkan kota yang inklusif dan memberikan kesempatan setara bagi semua.(**)