
AKSARAKINI.COM — Kolaborasi antarlembaga menjadi upaya untuk memperkuat budaya literasi di Kota Semarang. Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang kini resmi bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.
Kerja sama tersebut dengan penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS) di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8/2026). Kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas. Selain itu, kerja sama juga mencakup pembinaan bahasa dan sastra bagi masyarakat Kota Semarang.
Penandatanganan RKS berlangsung bersamaan dengan kegiatan Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini bersama Gol A Gong serta penyerahan hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dwi Laily Sukmawati, mengatakan penguatan literasi membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Menurutnya, pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat harus bergerak bersama.
“Literasi tidak dapat dibangun oleh satu lembaga saja. Literasi tumbuh ketika pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Laily.
Karena itu, ia berharap kerja sama dengan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang segera terealisasi melalui berbagai program yang bermanfaat langsung kepada masyarakat.
Melalui kerja sama tersebut, koleksi karya Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, baik dalam bentuk cetak maupun digital, dapat dimanfaatkan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.
Kerja sama juga mencakup kegiatan pembinaan dan pelatihan literasi bahasa serta sastra. Dengan adanya kolaborasi tersebut, masyarakat akan semakin mudah mendapatkan bahan bacaan sekaligus sumber pembelajaran bahasa dan sastra.
Balai Bahasa juga membuka peluang pemanfaatan sejumlah platform pembelajaran. Dua di antaranya adalah SABDA atau Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah dan Sibaja atau Senarai Istilah Budaya Jawa.
“SABDA atau Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah serta Sibaja atau Senarai Istilah Budaya Jawa juga bisa dimanfaatkan di lingkungan Dinas Arpus Kota Semarang,” jelas Laily.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang, Nur Huda Iskandar, menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut Huda, kerja sama dengan Balai Bahasa Jawa Tengah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat di Kota Semarang.
“Ini menjadi sebuah langkah kolaboratif dalam upaya kita bersama untuk memperkuat ekosistem literasi,” kata Huda.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Balai Bahasa Jawa Tengah dan seluruh pihak yang selama ini memiliki perhatian terhadap pengembangan literasi.
Huda berharap kerja sama tersebut dapat melahirkan kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran 58 judul Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026. Buku-buku tersebut merupakan karya kolaboratif yang melibatkan penulis, penerjemah, dan ilustrator lokal.
Kehadiran buku dwibahasa harapannya dapat memperkaya pilihan bacaan bagi anak-anak. Buku tersebut juga menjadi sarana untuk mengenalkan bahasa dan budaya Jawa sejak usia dini.
Penggunaan bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dalam satu buku harapannya dapat membuat anak semakin dekat dengan bahasa daerah. Kegiatan literasi semakin menarik dengan hadirnya Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, dalam Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pengalaman dan teknik dasar menulis fiksi. Gol A Gong juga mendorong peserta untuk tidak takut menuangkan ide ke dalam tulisan. Kegiatan ini harapannya dapat melahirkan lebih banyak penulis baru sekaligus memperluas gerakan literasi di masyarakat.
Kolaborasi Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah menjadi awal dari berbagai program literasi berikutnya. Kerja sama tersebut tidak hanya memperluas akses terhadap buku, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk belajar bahasa, mengenal sastra, dan menghasilkan karya. (**)